Sejarah Imajiner adalah ruang pemberontakan terhadap sejarah mapan. Agak bosan dengan narasi yang terlalu rapi, terlalu bersih, dan terlalu heroik, seolah-olah masa lalu kita hanyalah dongeng pengantar tidur yang bebas dari intrik, pengkhianatan, dan propaganda. Jadi, saya bangun Sejarah Imajiner sebagai laboratorium untuk membongkar mitos-mitos sejarah yang sudah membatu, mengisi celah-celah kosong yang tak mampu diisi oleh narasi resmi, dan yang paling penting menawarkan perspektif baru yang seringkali dianggap "berbahaya" oleh para penjaga dogma.