Ini termasuk meningkatnya oligarki partai politik, kekosongan dalam pengawasan pembangunan di daerah, dan respons yang tidak optimal terhadap ancaman keamanan non-tradisional. Artikel ini menyimpulkan dengan menyerukan sebuah model baru "profesionalisme hibrida" yang diusulkan oleh para akademisi kontemporer, yang memungkinkan keterlibatan TNI yang terbatas dan diatur secara ketat dalam ranah-ranah sipil tertentu, sambil tetap mempertahankan prinsip fundamental supremasi sipil.
Kata Kunci: relasi sipil-militer, TNI, reformasi 1998, dwifungsi, kembali ke barak, supremasi sipil, profesionalisme militer, Paradigma Baru TNI, politik Indonesia, Orde Baru, oligarki partai, terorisme, pertahanan negara, Jalan Tengah Nasution, UU TNI, Prabowo Subianto, demokrasi Indonesia, militer dan politik, hybrid professionalism, stabilitas nasional.
Jika Anda tertarik membaca artikel utuh, maka silakan baca di Research Gate.
April 2026
DOI: 10.13140/RG.2.2.11800.76805
Conference: Teori-Teori PolitikAt: Research GateAffiliation: International Women's University

https://orcid.org/0000-0002-1420-4288
0 Komentar
Silakan tulis komentar Anda.