Board of Peace yang dibentuk oleh Presiden Donald J. Trump “abosulety controversial.” Secara sepihak tanpa melibatkan Kongres, Trump membentuk Dewan Perdamaian bersama Zionis Israel. Tujuannya terkesan mulia, sama seperti manakala Amerika Serikat menyerukan “luhurnya Demokrasi” dan “hak asasi manusia” sambil tanpa rasa malu mendukung aneka rezim otoritarian, mengacak-acak negara berdaulat (Venezuela, Libia, Afghanistan, Suriah, dan terakhir Iran).
Hal serupa pun nyata terlihat dalam poin-point "kontrak sosial" dalam piagam Board of Peace. Penulis telah memampang isi “kontrak sosial” tersebut dalam artikel sebelumnya. Dengan bangganya Trump menyatakan saat ia kembali memimpin AS
di periode 2, Gaza kacau dan Gaza akan damai setelah ia melakukan “sesuatu.”
Percayakah Anda bahwa Trump akan membuat perdamaian? Entah apa jawaban Anda, tetapi penulis sudah tidak
mempercayai sesuatu yang tampak “baik” jika yang menawarkan adalah Trump.
Selalu ada “sesuatu” di balik apa pun yang ia tawarkan.
Kini tiba saat kita “membongkar” siapa orang-orang yang ada di balik Dewan Perdamaian ini. Kata membongkar penulis berikan tanda kutip karena sesungguhnya Anda pun dapat melihat dan mempelajari di situs resmi dewan ini: boardofpeace.org. Informasinya terlampau normatif sehingga perlu ditambah dari sumber lain. Kini, tidak ada lagi yang rahasia, tidak ada yang perlu takut-takut dan khawati dikejar para “debt-collector” Mossad dan CIA.
Semua kenyataan ini kini telah dipampang di aneka media massa dan media sosial secara terus-terang tanpa sembunyi-sembunyi:
Netanyahu lewat Jared Kushner yang menyeret Trump menyerang Iran; Epstein Files membongkar perilaku elit global; Israel ingin menyeret 6 negara teluk agar ikut menyerang Iran; Negara-negara NATO tidak mau terlibat dalam Perang Zionis versus Iran; Intelijen Israel memprovokasi negara teluk yang pimpinannya "hidup enak dan mewah" bahwa Iran akan mengancam kehidupan nikmat mereka; Rusia, Cina, dan Korea Utara adalah pemilik senjata nuklir dan ada di pihak Iran dengan aneka muslihatnya; Negara-negara teluk "takut" terhadap Amerika dan Israel; Selat Hormuz ada dalam permainan Iran; Negara-negara Eropa Barat mayoritas telah mengakui kedaulatan Palestina; Israel sudah dianggap benalu oleh negara-negara Eropa Barat dan NATO; Rakyat Amerika siap untuk tidak memilih Donald Trump; Iran masih memiliki banyak stok amunisi udara; Iran menunggu Amerika dan Israel untuk melakukan serangan darat; Jared Kushner ingin terlibat dalam bisnis rekonstruksi perang di Ukraina dan Gaza; ........ (silakan Anda lanjutkan)
Para Anggota Board of Peace
Para anggota Dewan Perdamaian terdiri atas Donald J. Trump,
presiden Amerika Serikat yang secara otomatis “mengangkat dirinya” sebagai
Ketua. Kemudian terdapat Edi Rama, perdana menteri Albania sebuah negara Eropa
Timur dan punya banyak masalah di dalam negerinya sendiri. Anggota lainnya
adalah Javier Milei, presiden Argentina sebuah negara Amerika Latin yang dahulu
sempat berniat bergabung di BRICS tetapi kemudian batal.
Nikol Pashinyan, presiden Armenia yang penduduknya mayoritas
kristen dan punya permasalahan ruwet dengan Turki. Lalu ada Ilham Aliyev,
presiden Azerbaijan yang punya hubungan “kurang baik” dengan Iran karena
masalah minyak di Laut Kaspia. Juga ada Hamad bin Isa al-Khalifa, raja Bahrain,
sebuah negara Teluk yang di wilayah yurisdiksinya terdapat US Military Base.
Kemudian ada Alyaksandr Lukashenka, presiden Belarusia, sekutu Rusia. Tokoh
lain yang menjadi anggota Dewan Perdamaian adalah Iliana Iotova, presiden
Bulgaria sebuah negara Eropa sebelah timur, yang dahulunya bekas wilayah koloni
Turki Usmani dengan segudang masalah dalam negeri.
Salah satu negara ASEAN yang belum lama saling “lempar” bom
dengan Thailand juga ikut menjadi anggota Dewan Perdamaian yaitu Hun Manet,
perdana menteri Kamboja, dan tentu motivasinya ikut Dewan Perdamaian adalah
self national interest yaitu “berjudi” agar AS bisa melindungi negaranya dari
permusuhan dengan Thailand. Sebuah negara Arab yang dipimpin Abdel Fattah
el-Sisi, presiden Mesir pun ikut menjadi anggota Dewan Perdamaian. Lalu, sebuah
negara yang dahulunya pernah “diacak-acak” Amerika Serikat juga menjadi anggota
dewan ini yaitu Nayib Bukele, presiden El Salvador.
Sebuah negara Eropa timur lainnya juga menjadi anggota,
dengan mana Viktor Orban, perdana menteri Hungaria turut menandatangani selaku
anggota Dewan Perdamaian. Kemudian, sebuah negara Anggota Organisasi Konferensi
Islam, ASEAN, dan penganut politik luar negeri bebas aktif dan tidak punya
hubungan diplomatik dengan Israel serta mendukung proklamasi kemerdekaan
Palestina tahun 1988 yaitu Indonesia, dengan mana presidennya Prabowo Subianto
turut menjadi anggota Board of Peace bentukan Trump. Lalu, negara “musuh
Palestina” dan tidak punya hubungan diplomatik dengan Indonesia yaitu Israel
juga menjadi anggota dewan dengan Benjamin Netanyahu (terpidana Penjahat Perang
Mahkamah Kriminal Internasional) perdana menteri Israel juga menjadi anggota
dewan ini.
Lalu, ada lagi Abdullah II keturunan Bani Hasyim dari garis
Hassan bin Ali bin Abi Thalib turut menandatangani dan menjadi anggota dewan
ini. Negara lainnya yaitu Kazakhstan yang ada di bawah pengaruh Rusia turut
menjadi anggota diwakili presidennya yaitu Kassym-Jomart Tokayev. Sebuah negara
mayoritas Muslim pecahan Uni Soviet yaitu Kosovo juga menjadi anggota dewan ini
dengan Vjosa Osma, presidennya selaku penandatangan. Kemudian, tidak heran
salah satu sekutu Amerika Serikat yaitu Kuwait ikut menjadi anggota dewan ini
yang diwakili Amir mereka Meshal al-Ahmad al-Jaber al-Sabah, dengan mana di
negara yang kecil secara geografis tetapi memiliki 3 US Military Base.
Negara lain yang ada di bawah pengaruh Cina yaitu Mongolia
ikut menjadi anggota dewan ini, yang diwakili oleh presidennya Khurelsukh
Ukhnaa. Kemudian, negara yang mengalami Arab Spring yaitu “ancaman
demokratisasi Amerika Serikat” yang kemudian menghasilkan aneka pimpinan baru
yaitu Maroko turut menjadi anggota, dengan Aziz Akhannouch, perdana menteri
mereka, selaku penanda tangan. Lalu, negara Muslim mayoritas Sunni yang
berkompetisi dengan India yaitu Pakistan juga turut menjadi anggota yang
diwakili oleh Shehbah Sharif, perdana menteri mereka.
Negara Amerika Latin lainnya yaitu Paraguay yang punya
segudang masalah dalam negeri turut menjadi anggota dewan ini dengan Santiago
Pena, presiden mereka, selaku penanda tangan. Negara Teluk lain yaitu Qatar
yang lokasinya begitu dekat dengan Iran dan memiliki US Military Base menjadi
anggota dengan penandatangannya Tamim bin Hamad al-Thani, Amir mereka. Demikian
pula Saudi Arabia, yang di wilayahnya “menginap” US Military Base juga ikut
menandatangani diwakili Mohammed bin Salman, putra mahkota dan perdana menteri
kerajaan tersebut.
Sebuah negara besar yang tanda tangan sebagai anggota Dewan
Perdamaiannya dilakukan oleh Recep Tayyip Erdogan, yaitu Turki turut menjadi
angggota dewan ini, dan Anda harus tahu bahwa Erdogan adalah pimpinan sebuah
negara yang punya hubungan diplomatik dengan Isreael. Lalu, Mohammed bin Zayed
al-Nahyan, presiden Uni Emirat Arab yang namanya diabadikan menjadi jalan tol
layang Bekasi – Karawang di atas tol Jakarta – Cikampek, sebuah negara anggota
BRICS+ juga turut menjadi anggota dewan ini. Uzbekistan yang ada di bawah
pengaruh politik Rusia juga ikut menjadi anggota dewan ini dengan Shavkat
Mirziyoyev, presiden mereka. Terakhir adalah Vietnam, negara yang ada di bawah
pengaruh Cina ini turut menjadi anggota dewan yang diwakili oleh sekretaris
jenderal satu-satunya partai yang ada di negara ini: To Lam.
Dewan Eksekutif
Di dalam Dewan Keamanan, selain negara-negara anggota dengan
Donald J. Trump sebagai ketuanya, juga terdapat dewan eksekutif. Merekalah yang
menjadi think tank pelaksana harian dewan ini nantinya. Dewan Eksekutif terdiri
atas 9 orang anggota dibantu oleh 2 orang penasehat senior dewan ini. Ke-9
anggota Dewan Eksekutif adalah Ajay Banga, Sir Tony Blair, Martin Edelman,
Robert Gabriel Jr., Jared Kushner, Marc Rowan, Marco Rubio, Steve Witkoff, dan
Susie Wiles. Sementara itu ke-2 penasehat senior Dewan Eksekutif dari Dewan
Perdamaian adalah Josh Gruenbaum dan Aryeh Lightstone. Mari kita bahas siapa
mereka secara satu per satu dan argumentasi mengapa Trump mempercayai mereka.
Ajay Banga
Ajay Banga secara genetik adalah peranakan campuran Amerika-India. Banga adalah Presiden Bank Dunia (World Bank). Sejak menjabat sebagai presiden World Bank, dia telah memimpin reformasi untuk membuat institusi lebih cepat, sederhana, dan lebih fokus dalam memberikan hasil yang terukur dalam skala besar.
Secara formal Banga adalah penganut Sikh (agama campuran Islam-Hindu)
dan inti dari kepemimpinannya adalah strategi mengutamakan
pekerjaan-memobilisasi investasi sektor swasta untuk menciptakan lapangan
kerja, terutama bagi kaum muda, sebagai jalur paling tahan lama untuk
mengurangi kemiskinan dan memperluas peluang ekonomi. Sebelum bergabung dengan
Grup Bank Dunia, Banga adalah Wakil Ketua perusahaan investasi global General
Atlantic.
Dia sebelumnya menjabat sebagai Presiden dan CEO Mastercard,
memimpin hampir 24.000 karyawan dan memajukan inklusi keuangan global. Selama
masa jabatannya, dia meluncurkan Mastercard Center for Inclusive Growth untuk
mendorong pertumbuhan yang adil dan berkelanjutan di seluruh dunia. Banga telah
memegang banyak peran kepemimpinan global. Dia menjabat sebagai Ketua Kamar
Dagang Internasional (2020-2022) dan ikut mengetuai Kemitraan untuk Amerika
Tengah.
Dia juga pernah bertugas di dewan Palang Merah Amerika,
Kraft Foods, dan Dow Inc., dan ikut mendirikan Institut Kesiapan Dunia Maya.
Kontribusinya telah diakui dengan beberapa penghargaan, termasuk Penghargaan
Padma Shri dari Presiden India, Medali Asosiasi Kebijakan Luar Negeri, Medali
Kehormatan Pulau Ellis, dan Penghargaan Piring Emas dari American Academy of
Achievement. Peran utama yang harus dimainkan Banga dalam Board of Peace adalah
mengerahkan keahlian finansialnya demi pembiayaan rekonstruksi Gaza berikut
stabilisasi ekonomi di wilayah tersebut.
Hubungan Banga dengan Jared Kushner tidak baru-baru saja.
Keduanya pernah terlibat dalam Perencanaan Rekonstruksi Ukraina. Dalam konteks
ini, kedua di bulan Desember 2025 berkolaborasi dalam aneka inisiatif ekonomi
pasca perang Ukraina. Di antaranya adalah program Economic Backstop dengan
mana Kushner mengorganisir pertemuan antara Presiden Bank Dunia (Ajay Banga), CEO
BlackRock Larry Fink, juga sejumlah pejabat Ukraina untuk merancang kerangka
ekonomi bagi rekonstruksi Ukraina. Selain itu, ada pula Joint Working Group,
dengan mana ini merupakan suatu kolaborasi guna mengarahkan kelompok kerja sektor
swasta asal Amerika dengan aneka lembagan keuangan internasional dalam rangka
upaya rekonstruksi ekonomi Ukraina pasca perang.
Bahkan jauh sebelumnya, yaitu tahun 2019, Banga dan Kusner
telah berinteraksi. Pada saat itu Jared Kusher bertugas sebagai Penasehat
Senior Donald Trump di periode pertamanya. Banga dan Kusher sekurangnya
terlibat dalam dua proyek. Pertama, Global Excellece Award dengan mana
pada tahun 2019, pertemuan tingkat tinggi bertajuk US-India Strategic
Partnership Forum (USISPF). Dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut,
Kushner menjadi keynote speaker dan secara pribadi memberikan Banga
(saat itu masih menjabat CEO Mastercard) Global Excellece Award. Kedua, Dialog
Publik yang selama berlangsungnya pertemuan USISPF, Banga dan Kushner
tampil bersama dalam sebuah acara di sebuah stasiun televisi. Inti diskusi
mereka adalah peran Kushner di Gedung Putih inisiatif perundang-undanganan
Kusher di Kongres yang dinamakan Fist Step Act.
Merunut pada peran-peran yang keduanya pernah mainkan, maka
kita dapat menyimpulkan apa yang duet Banga-Kusher lakukan di Board of
Peace. Kusner berperan sebagai arsitek utama “perdamaian” dan visi
pembangunan di Gaza. Peran Banga adalah merepresentasikan World Bank, yang akan
menyediakan arsitektur keuangan melalui Yayasan Rekonstruksi dan Pembangunan
Gaza (Gaza Reconstruction and Development) atau GRAD. Baik Banga maupun
Kushner adalah anggota pendiri Dewan Eksekutif Board of Peace. Di dewan
ini, Kusher fokus pada strategi diplomasi sementara Banga memobilisasi dan
memanajemen donor kapital internasional.
Sir Tony Blair
Satu-satunya sekutu setia George Bush (semak) Junior dalam “menghabisi” Irak, Libia, dan Afghanistan dalam kampanye GWOT sejak 2003. Alasan Trump menyuruh Blair untuk menjadi Dewan Eksekutif cukup banyak. Tony Blair dulu Perdana Menteri Inggris Raya dari 1997 hingga 2007, menjalani tiga periode berturut-turut dan menjadi satu-satunya pemimpin Partai Buruh dalam sejarah partai yang memenangkan tiga pemilihan umum. Selama satu dekade menjabat, dia menyampaikan program reformasi domestik yang luas di samping pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan rekor lapangan kerja.
Melalui investasi besar dan reformasi struktural, hasil
dalam pendidikan dan perawatan kesehatan meningkat secara signifikan; kejahatan
turun sekitar sepertiga; dan program liberalisasi sosial dan reformasi
konstitusi membentuk kembali lanskap politik Inggris. Pemerintahannya membentuk
Departemen Pembangunan Internasional, melipatgandakan bantuan Inggris ke
Afrika, dan memperkenalkan undang-undang penting untuk mengatasi perubahan
iklim.
Di panggung internasional, Tony memainkan peran sentral
dalam mengamankan Perjanjian Jumat Agung 1998, yang mengakhiri konflik selama
beberapa dekade di Irlandia Utara. Dia juga merupakan pendukung kuat intervensi
militer internasional di Sierra Leone, Kosovo, Afghanistan dan Irak, dan
berdiri teguh dengan Amerika Serikat setelah serangan teroris 11 September
2001. Setelah meninggalkan jabatannya, Tony tetap terlibat dalam urusan global,
khususnya di Afrika dan Timur Tengah.
Dia terus mengadvokasi perdamaian dan kerja sama regional di
Timur Tengah, termasuk upaya untuk mendukung de-eskalasi setelah konflik
baru-baru ini di Gaza dan untuk memajukan solusi politik jangka panjang yang
berkelanjutan. Karyanya juga berfokus pada normalisasi hubungan antara Israel
dan negara-negara Arab, berkontribusi pada momentum yang mengarah pada
Kesepakatan Abraham pada tahun 2020. Pada tahun 2016, ia mendirikan Tony Blair
Institute for Global Change, sebuah organisasi nirlaba yang bekerja dengan para
pemimpin politik di seluruh dunia untuk mendorong perubahan. Ini memberikan
saran ahli tentang strategi, kebijakan, dan penyampaian, membuka kekuatan
teknologi di ketiganya untuk membangun negara yang lebih terbuka, inklusif, dan
makmur bagi orang-orang di mana pun. Saat ini, Institut tersebut beroperasi di
lebih dari 40 negara di seluruh dunia.
Hubungan Blair dengan Jared Kushner telah berlangsung lama, sekurangnya
20 (dua puluh) tahun, baik dalam konteks aliansi personal maupun profesional. Hubungan
keduanya beranjak dari High-Society Social Circles hingga diplomasi
global tingkat tinggi. Hubungan antara Blair-Kusher dapat saja kita sebut
sebagai “business-first” dalam hal pendekatan keduanya dalam konteks perdamaian
Timur Tengah. Hubungan ini pun mewujud secara nyata dengan mana keduanya
tergabung di dalam Dewan Eksekutif Board of Peace.
Awal pertemuan Blair dan Kusher terjadi melalui lingkar
sosial Manhattan sekitar 20 tahun yang lampau. Hubungan keduanya lalu terikat
tahun 2010 dengan mana Blair dan Kushner datang di acara pembabtisan
putri-putri pasangan Rupert Murdoch (raja media) dengan Wendi Deng yaitu Grace
Murdoch dan Chloe Murdoch. Wendi Deng, istri Rupert Murdoch tiada lain adalah
teman dekat Ivanka Trump, istri Kushner.
Hubungan Kushner dan Blair terus berlanjut dalam konteks poticial
mentorship. Semenjak Kushner menjabat peran penasehat senior dalam rezim
Trump 1 yang berlangsung 2017-2021, maka Blair mengambil peran sebagai “kawan
baik” dan “penasehat” kunci bagi Kushner dalam aneka isu Timur Tengah. Blair
dan Kusher seringkali melakukan pertemuan rahasia seperti pernah terjadi pada
bulan September 2016 (sebelum Trump terpilih) di aneka lokasi seperti Aspen
(Colorado) dan New York guna mendiskusikan aneka inisiatif perdamaian.
Baik Blair maupun Kushner adalah arsitek utama Abraham
Accord. Dalam konteks ini, Blair melalui Tony Blair Institute for Global
Change (TBI) memegang peran utama dalam mengarahkan Kushner dalam Abraham
Accord. Secara lebih rinci, Blain memanfaatkan aneka kontak regional yang
ia punya guna membawa Uni Emirat Arab ke dalam pertemuan kesepakatan yang
penanda tanganan pertamanya dilakukan tahun 2020. Selanjutnya, keduanya
melanjutkan hubungan dalam Joint Gaza Planning tahun 2025. Alkisah, pada
bulan Agustus 2025, beberapa bulan sebelum berdirinya Board of Peace, Blair
dan Kushner membrifing Trump seputar rencana komprehensif pasca perang Gaza.
Brifing dilakukan di Gedung Putih.
Sekali lagi, Board of Peace secara “mainstream”
dinyatakan sebagai upaya rekonstruksi dan stabilisasi Gaza. Anda dan penulis
mungkin sudah “agak muak” dengan bahasa diplomatis semacam itu, karena tujuan
akhirnya tidak lain adalah perluasan pendudukan Israel atas sisa-sisa wilayah
Palestina. Di dewan ini, Blair dan Kushner saling berbagi peran dalam sebuah
sandiwara berjudul “Perdamaian Gaza.”
Kusher mengambil peran sebagai Si Arsitek. Ia akan berakting
sebagai inisiator strategis utama dengan memberi gambaran utopia (atau dystopia
bagi bangsa Palestina) mengenai maa depan ekonomi Gaza yang akan menjadi Mediterranean
Riviera atau Gaza Riviera yang fokusnya adalah investasi swasta dan
real estat berskala maksimum. Di sisi
lain, Blain adalah aktor sandiwara yang akan mengambil peran sebagai diplomat
atau fasilitator. Jam terbang Blair yang tinggi di Timur Tengah, terutama
hubungannya dengan Mohammed bin Salman (putra mahkota Saudi Arabia) dan Benjamin
Netanyahu (Anda sudah tahu siapa dia, bukan?), adalah mengamankan pendanaan
internasional termasuk “membeli” dukungan politik bagi rencana Kushner di Board
of Peace.
Dengan demikian, menjadi jelas kini bagi kita semua bahwa Board
of Peace adalah istilah nina-bobo bagi “Swastanisasi Perdamaian.” Ironis
memang, tetapi demikianlah kenyataan. Blair dan Kushner menjalankan proyek
perdamaian di Gaza seperti urusan bisnis biasa. Tujuan dari bisnis tiada lain Anda
untung, kami untung. Bedanya kami mendapat profit yang dapat digunakan untuk
kembali melakukan investasi.
Jadi, Board of Peace jika kita melihat dialektika
hubungan antar person di dalamnya, sepenuhnya adalah proyek pribadi. Blair dan
Kushner (terutama Kushner) bertindak sebagai pelaku swasta padahal ia resminya
penasehat senior Gedung Putih. Keduanya menabrak aneka protokol diplomasi
antara negara dengan sektor privat. Gaza akan digarap oleh para aktor bisnis
swasta, tidak ada peran Pemerintah Palestina atas itu.
Martin Edelman
Mengapa Trump melirik orang ini? Edelman adalah Penasihat Umum G42, sebuah perusahaan kecerdasan buatan yang berbasis di Abu Dhabi. Dia adalah Penasihat Paul Hastings yang berspesialisasi terutama dalam real estat internasional dan transaksi perusahaan. Dia memiliki pengalaman internasional yang luas dalam berbagai bisnis.
Lalu, bagaimana peran-peran keduanya dalam sandiwara Board
of Peace? Edelman mengambil peran sebagai pelaksana Rencana Induk. Peran
Kushner adalah sebagai arsitek utama dari Rencana Induk tersebut, yang akan
diterapkan di Gaza. Pembagian peran ini terkuat di pertemuan mereka di Davos,
Swiss, awal 2026. Sebagai pelaksana, Edelman menyediakan keahlian hukum dan mekanisme
transaksional guna menjalankan Rencana Induk tersebut.
Peran lain dari keduanya di Board of Peace adalah
melakukan pendekatan rekonstruksi Gaza lewat lensa investasi sektor swasta dan
pembangunan real estat. Peran Edelman aalah memastikan aneka struktur yang legal
secara internasional dan sangat rumit, tetapi memang dibutuhkan bagi Yayasan GRAD.
Baik Edelman maupun Kushner, saling berdampingan dengan “deal-maker”
lain seperti Tony Blair, Steve Witkoff, dan Marc Rowan sehingga mampu menciptakan
sebuah kelompok kuat yang memprioritaskan bisnis di atas diplomasi multilateral
konvensional. Ya, mereka bergerak di atas aneka pakem hubungan internasional
yang dikenal saat ini.
Edelman dan Kushner punya hubungan erat yang didasarkan pada
pola mentorship dan sharing kepentingan komersial. Kepentingan
ini berkisar dari sektor real estat swasta hingga diplomasi global tingkat
tinggi. Dia telah melakukan pekerjaan ekstensif di Eropa, Meksiko, Brasil,
Kanada, Jepang, Cina, dan Timur Tengah. Pada tahun 2011 ia terpilih oleh
National Law Journal sebagai salah satu dari 34 pengacara paling berpengaruh di
Amerika Serikat. Dia dianugerahi Penghargaan Layanan Publik Departemen Angkatan
Darat pada tahun 2007.
Hubungan Edelman dan Kushner di luar Board of Peace telah
cukup lama. Edelman adalah mentor Kushner dalam aneka dinamika real estat di
New York serta dunia investasi global. Edelman adalah pengacara real estat
senior di firma Paul Hasting. Paul Hasting tiada lain adalah penasehat
kepercayaan keluarga Kushner dan Organisasi Trump. Hasting digambarkan sebagai “bapak”
serta ahli strategi hukum utama bagi aneka perusahaan bisnis swasta milik Jared
Kushner. Sekadar info tambahan, Edelman juga adalah Wakit Ketua New York
City Football Club (NYCFC) sebuah klub dari olah raga paling digemari di
Amerika Serikat.
Edelman juga memiliki hubungan mendalam dengan kepemimpinan
Uni Emirat Arab. Hubungan tersebut berlangsung melalui City Football Group yang
dimiliki oleh Abu Dhabi United Group. Hubungan ini merupakan titik
hubung dalam membantu Kushner guna menavigasi lanskap politik dan keuangan
Timur Tengah. Peran Edelman ini signifikan selama negosiasi Abraham Accord. Selain
itu signifikansi peran Edelman adalah tatkala firma milik Kusner yaitu Affinity
Partners mencari tempat berinvestasi.
Di luar pemerintahan, Edelman dan Kushner bergerak bersama
di satu lingkaran dengan nilai investasi yang sangat tinggi. Khususnya di Uni
Emirat Arab dan Saudi Arabia. Di kedua tempat ini, reputasi legal Edelman dan akses yang dimiliki Kushner mampu
menciptakan sinergi kuat bagi aneka bisnis ekuitas dan proyek-proyek
pembangunan.
Edelman saat ini menjabat sebagai direktur Aldar Properties
REIT dan MGX, sebuah dana investasi yang berbasis di Abu Dhabi. Dia adalah
penasihat senior Mubadala; lengan investasi strategis pemerintah Abu Dhabi. Dia
adalah anggota Dewan dan Komite Eksekutif CFG, pemilik Klub Sepak Bola
Manchester City dan 12 klub sepak bola lainnya di 12 negara lain, termasuk Klub
Sepak Bola Kota New York.
Dia adalah salah satu pendiri dan terus bertugas di dewan
Yayasan Jackie Robinson dan Museum Intrepid di New York sebagai Wakil Ketua.
Dia terus mengabdi di Dewan Direksi Fallen Heroes Fund, Fisher House
Foundation, dan Fisher Alzheimer Foundation. Edelman adalah lulusan Universitas
Princeton (1963) dan Fakultas Hukum Universitas Columbia (1966). Dia bertugas
di Angkatan Darat AS dari tahun 1966-1969.
Robert Gabriel Jr.
belum ada poto
Robert Gabriel Jr. adalah Wakil Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat. Dia melayani Presiden Donald J. Trump dalam berbagai peran sejak 2015. Gabriel memulai di Trump Tower sebagai Penasihat Kebijakan pada kampanye presiden pertamanya. Dia bertugas di Sayap Barat, untuk keseluruhan Pemerintahan Trump pertama, sebagai Asisten Khusus Presiden.
Hubungan Kushner dan Gabriel di luar Board of Peace sekurangnya
berlangsung sejak 2016, dengan mana mereka berdua coba untuk mengorbitkan Trump
ke jenjang kepresidenan Amerika. Keduanya terlibat dalam proyek Trump
Campaign Veterans dengan mana dibentuk pada tahun 2016. Di proyek ini Kusher
berposisi sebagai pengatur strategi senior dan kemudian menjadi penasehat
senior, sementara Gabriel bertindak sebagai penasehat kebijakan. ]
Hubungan Kushner dan Gabriel juga berlangsung selama
2017-2021 melalui White House Connection. Selama periode Trump 1,
Gabriel adalah asisten khusus dari Stephen Miller, aliansi Kushner lainnya.
Gabriel ini kemudian meningkat karirnya dari penulis pidato dan asisten
kebijakan menjadi Deputi National Security Advisor. Karir ini dicapai
Gabriel tahun 2025 dan ini seiring dengan naiknya karir Kushner dalam
kepemimpinan kebijakan luar negeri Amerika. Gabriel adalah loyalis Trump
sehingga Trump mau menempatkan Gabriel untuk menemani Kushner di Board of
Peace.
Gabriel adalah Penasihat Senior kampanye Presiden Trump yang
sukses pada tahun 2024, dan kembali ke Gedung Putih sebagai Asisten Presiden
untuk Kebijakan. Dia adalah anggota pendiri gugus tugas Presiden untuk
Pendidikan AI, Pasar Aset Digital, dan Mineral Penting. Pada Mei 2025, Presiden
Trump menunjuk Sekretaris Negara Marco Rubio sebagai Penasihat Keamanan
Nasionalnya, dan Gabriel sebagai Wakil Penasihat Keamanan Nasionalnya. Gabriel
sebelumnya bekerja di siaran televisi sebagai Produser Asosiasi di Fox News
"The Ingraham Angle."Dia menerima gelar Sarjana Seni di bidang
Ekonomi dengan konsentrasi Kebijakan dari Universitas New York.
Di dalam Board of Peace peran Kusher adalah selaku
arsitek utama dari rencana perdamaian dan visi ekonomi. Dalam kategori arsitek
utama jenis ini, maka Kushner kerap digambarkan tengah menerapkan “prinsip-prinsip
ekonomi pasar bebas” di Gaza. Sementara itu, Gabriel mengambil peran sebagai
penghubung penting antara Board of Peace dengan aparatus keamanan
nasional di Gedung Putih. Dalam posisi resminya sebagai Deputi National
Security Advisor Gabriel akan mampu menyediakan administrasi resmi dan
pandangan berfokus keamanan yang diperlukan bagi 20 poin rencana dari Board
of Peace.
Jared Kushner
Peran Kushner mewakili " Privatisasi Kebijakan Luar Negeri."Dia telah berhasil mengubah perdamaian Timur Tengah dari" perjuangan politik untuk kenegaraan "menjadi" proyek pembangunan real estat dan infrastruktur."Di dalam dewan, dia menyediakan cetak biru; di luar dewan, dia mengelola ibu kota.
Peran Kushner dimainkan di luar papan secara singkat seperti
ini. Sebagai utusan global dan investor. Di luar struktur dewan formal, Kushner
beroperasi sebagai "diplomat bayangan" dengan profil konflik
kepentingan yang unik yang oleh para analis disebut sebagai " Hubungan
Kushner."
Alson, Affinity Partners & Financial Influence di mana
Kushner adalah pendiri Affinity Partners, sebuah firma ekuitas swasta senilai
$3 miliar yang didukung secara signifikan oleh Dana Investasi Publik Saudi
(PIF). Ini menciptakan umpan balik: pekerjaan diplomatiknya di Dewan Perdamaian
menstabilkan kawasan, yang pada gilirannya melindungi dan meningkatkan
investasi yang dilakukan oleh perusahaan pribadinya dan pendukungnya.
Saat negosiasi Ukraina dan Rusia di luar urusan Timur
Tengah, Kushner (bersama Steve Witkoff) telah ditugaskan oleh Trump sebagai
utusan khusus untuk perang Rusia-Ukraina. Dia telah berpartisipasi dalam
pertemuan berisiko tinggi dengan Vladimir Putin dan pejabat Ukraina, menerapkan
logika "penghalang ekonomi" yang sama yang dia gunakan di Gaza untuk
rekonstruksi Eropa.
Kushner juga bertindak sebagai penjaga gerbang
"Keluarga Trump". Bahkan tanpa gelar "Gedung Putih" formal
seperti Kepala Staf, Kushner tetap menjadi filter utama untuk pertanyaan
internasional Trump yang paling sensitif."Dia beroperasi dalam lingkaran
kecil yang tepercaya bersama Susie Wiles dan Marco Rubio, sering menangani sisi
kesepakatan "pribadi" sementara Rubio menangani sisi Departemen Luar
Negeri "resmi".
Kita semua tahu ia adalah menantu Trump dan seorang Yahudi
Ortodoks. Jared Kushner adalah CEO Affinity Partners, sebuah perusahaan
investasi global dengan lebih dari $5,4 miliar AUM yang diinvestasikan dalam
portofolio investasi pertumbuhan tinggi yang terdepan di pasar. Dari 2017-2021,
Jared menjabat sebagai Penasihat Senior Presiden Donald J. Trump.
Dalam peran ini, Jared mengelola hubungan AS-Meksiko,
termasuk ikut memimpin negosiasi USMCA, perjanjian damai penting yang dikenal
sebagai Kesepakatan Abraham; dan merundingkan perombakan bersejarah
administrasi penjara federal Amerika dan sistem peradilan pidana. Atas jasanya,
Jared telah diakui dengan berbagai penghargaan, termasuk Penghargaan Elang
Aztec, penghargaan tertinggi Meksiko; Medali Keamanan Nasional; Medali
Departemen Pertahanan untuk Layanan Publik yang Terhormat; dan Grand Cordon of
the Order of Ouissam Alaouite dari Raja Mohammed VI dari Maroko. Dia juga
dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian.
Sebelum bergabung dengan Administrasi Trump, Jared memimpin
bisnis real estat, media, dan teknologi yang berbasis di New York. Jared lulus
dari Harvard pada tahun 2003, dengan pujian, dan menerima gelar J. D dan MBA
dari NYU pada tahun 2007.
Hubungan Jared Kushner dengan Dewan Perdamaian Donald Trump
(dibentuk pada awal 2026) adalah evolusi terakhir dari kepribadian
"pengusaha-diplomat" - nya. Dia telah beralih dari penasihat Gedung
Putih menjadi bertindak sebagai utusan berdaulat sektor swasta tingkat tinggi.
Di dalam Dewan Perdamaian Kushner adalah Arsitek Strategis.
Kushner adalah anggota pendiri Dewan Eksekutif Pendiri, tingkat organisasi yang
paling kuat. Perannya ditentukan oleh tiga fungsi khusus
Pertama, sebagai Visioner "Rencana Induk" di mana
Kushner adalah penulis utama visi " Gaza Baru "(diresmikan di Davos
pada awal 2026). Rencana ini memperlakukan Gaza bukan sebagai krisis
kemanusiaan, tetapi sebagai "aset tertekan" dengan potensi real estat
yang tinggi. Dia terkenal menyebut garis pantai itu berpotensi "sangat
berharga" jika dikembangkan seperti " Riviera Mediterania."
Kedua, sebagai Model Perdamaian "Ekuitas Swasta".
Tidak seperti bantuan tradisional yang dipimpin PBB, peran Kushner di dewan
adalah untuk melewati birokrasi pemerintah. Dia mengawasi Dana Rekonstruksi dan
Pembangunan Gaza (GRAD), yang bertujuan untuk menggunakan campuran kekayaan
kedaulatan Teluk dan investasi swasta untuk membangun kembali infrastruktur,
yang dikondisikan pada demiliterisasi total wilayah tersebut.
Ketiga, sebagai Perantara Kekuatan Daerah. Kushner bertindak
sebagai jembatan dewan ke" Tiga Besar " kekuatan Timur Tengah: Arab
Saudi (melalui Adel al-Jubeir), UEA (melalui Reem al-Hashimy), dan Qatar
(melalui Ali al-Thawadi). Dia memanfaatkan hubungan pribadinya dengan para
pemimpin ini untuk mendapatkan janji bernilai miliaran dolar yang diperlukan
untuk rencana 20 poin dewan.
Marc Rowan
Rowan adalah salah satu pendiri, CEO, dan Ketua dewan Apollo Global Management, Inc. Saat ini, Rowan adalah Ketua Dewan Penasihat Wharton School of Business di University of Pennsylvania. Hubungan antara Kushner dan Rowan dapat digambarkan sebagai aliansi tingkat tinggi antara raksasa ekuitas swasta dengan ahli strategi politik. Kemitraan Rowan-Kushner dimulai dalam dunia keuangan real estat di New York. Hubungan tersebut kemudian beralih menjadi kepemimpinan bersama dalam “mengais uang” multi-triliun Dollar dalam rekonstruksi Gaza melalui Board of Peace miliki Trump.
Di luar Board of Peace hubungan keduanya belangsung
lewat Pinjaman Real Estat tahun 2017. Di masa itu, firma milik Rowan yang
bernama Apollo Global Management punya sejarah bermakna dengan bisnis
keluarga Kushner. Tahun 2017, segera setelah Kushner menjadi penasehat Gedung
Putih, firma milik Rowan menyediakan pinjaman sebesar 184 juta Dollar kepada
perusahaan milik Kushner guna merekonstruksi keuangan bagi aneka proyek gedung-gedung
pencakar langsit di Chicago. Selama masa “wabah”, Rowan pernah secara langsung
mengirim email kepada Kushner dan para pejabat lain guna mengadvokasi agar
pemerintah mau mengeluarkan aturan agar firma milik Rowan dapat menerima
program bernilai 100 trilyun Dollar yang jelas menguntungkan firma Rowan.
Di akhir tahun 2025, Kushner mendekati Rowan dan firmanya, Apollo,
guna membantu Kusner dalam proyek rekonstruksi Ukraina pasca perang. Hubungan
saling menguntungkan inilah yang kemudian memperkuat aliansi Rowan-Kushner
dalam bisnis campuran: Ekuitas swasta dan diplomasi global. Apalagi, baik Rowan
maupun Kushner juga secara ideologis terikat. Keduanya aktif dalam perlawanan
terhadap anti Semitisme dan membentuk kebijakan domestik Amerika. Rowan adalah
tokoh kunci dalam kampanye tekanan atas elit universitas (misalnya Universitas
Pennsyvania) melalui aneka proyek demonstrasi kampus, dalam mendukung aneka
kebijakan Trump.
Selain itu, dia terlibat dalam kebijakan publik dan
merupakan penyandang dana awal dan kontributor pengembangan Model Anggaran Penn
Wharton, sebuah inisiatif penelitian nonpartisan yang memberikan analisis
dampak fiskal kebijakan publik. Rowan juga seorang filantropis aktif dan
terlibat secara sipil, Tuan Rowan juga Ketua Dewan UJA-Federation of New York,
filantropi lokal terbesar di dunia yang membantu 4,5 juta orang setiap tahun
sambil mendanai jaringan organisasi nirlaba di New York, Israel,dan 70 negara.
Di dalam Board of Peace Rowan dan Kushner adalam
figur sentral dalam Founding Executive Board nya. Dalam dewan ini Kushner
adalah arsitek utama bagi Rencana Induk pembangunan kembali Gaza sementara
Rowan menyediakan keahlian keuangannya guna mengatasi kesulitan yang dihadapi
proyek tersebut. Rowan sendiri secara publik menaksir bahwa nilai investasi di
Gaza sebesar 115 Milyar Dollar dalam bentuk real estat. Ini dengan rincian
sebeasr 50 Milyar Dollar untuk proyek pesisir, 30 Milyar Dollar untuk perumahan,
dan 30 Milyar Dollar untuk infrastruktur. Dalam konteks ini, Rowan ditugaskan
untuk mendesain skema keuangan rumit guna menarik modal swasta global agar
masuk ke dalam Yayasan GRAD.
Dia juga, antara lain, anggota pendiri dan Ketua Youth
Renewal Fund dan Wakil Ketua Darca, jaringan pendidikan top Israel yang
mengoperasikan 53 sekolah dengan lebih dari 30.000 siswa di seluruh
komunitasnya yang paling beragam dan kurang terlayani. Rowan lulus summa cum
laude dari Wharton School of Business Universitas Pennsylvania dengan gelar BS
dan MBA di bidang Keuangan (W'84, WG '85).
Marco Rubio
Hubungan Rubio dengan Jared Kushner di luar Board of Peace milik Trump dapat dilacak sejak tahun 2016. Hubungan tersebut dapat dilukiskan sebagai dari rival politik menjadi kolaborator erat di dalam lingkaran dalam Trump. Mengapa demikian?
Selama pemilihan primer Partai Republik, Rubio dan tim
kampanye Trump di mana Kusner adalah ahli strategi puncaknya kerap berselisih.
Kendati demikian, sejak rezim Trump 1, Rubio malah menjadi aliansi teguh dan
pendukung kunci bagi prestasi besar Kushner yaitu Abraham Accord. Rubio
memegang posisi resmi sebagai diplomat puncak, tetapi ia juga wajib untuk
secara diam-diam memfasilitasi kerja-kerja “utusan kepresidenan” tak resmi
seperti dilakukan Kushner dan Steve Witkoff yang sebenarnya memegang negosiasi
kunci dengan Trump.
Anak buah Trump yang kini menjabat Sekretaris Negara Marco
Rubio lahir di Miami, Florida pada tahun 1971. Dia adalah putra imigran Kuba
yang meninggalkan Kuba untuk mengejar Impian Amerika. Ayahnya bekerja sebagai
bartender perjamuan, sementara ibunya membagi waktu sebagai ibu rumah tangga
dan pelayan hotel. Sejak usia dini, Rubio belajar pentingnya iman, keluarga,
komunitas, dan pekerjaan yang bermartabat. Rubio sangat menyukai Impian Amerika
karena dia menjalaninya sendiri. Dia tertarik pada pelayanan publik sebagian
besar karena percakapan dengan kakeknya, yang menyaksikan bagaimana komunisme
menghancurkan tanah airnya.
Setelah bertemu dan menikahi istrinya Jeanette, dia menjabat
sebagai Komisaris Kota di Miami Barat dan sebagai Ketua Dewan Perwakilan
Florida. Pada 2010, dia memenangkan kursi di Senat AS. Dia menjabat sebagai
Senator AS hingga 2025. Selama masa jabatannya di Senat AS, Rubio berkomitmen
untuk melayani rakyat Florida dan memastikan Amerika tetap menjadi negara yang
kuat dan tangguh untuk generasi yang akan datang.
Dia adalah Anggota Senior Komite Hubungan Luar Negeri Senat,
Wakil Ketua Komite Pemilihan Senat untuk Intelijen, anggota Komite Alokasi
Senat yang kuat, serta Komite Senat untuk Bisnis Kecil dan Kewirausahaan. Rubio
menulis dan mengesahkan Undang-Undang Pencegahan Kerja Paksa Uyghur, yang
mewakili titik balik terbesar dalam hubungan AS-China dalam beberapa dekade.
Rubio juga ikut memimpin Undang-Undang Hubungan Hong Kong,
dan Undang-Undang VERDAD. Selama Pemerintahan Trump pertama, dia bekerja dengan
Presiden untuk meminta pertanggungjawaban anggota rezim Kuba, termasuk
perusahaan induk militer kediktatoran. Dia juga menciptakan Program
Perlindungan Gaji, yang membantu menyelamatkan jutaan usaha kecil di Amerika
saat pandemi COVID melanda. Pada November 2024, Presiden Trump menominasikan
Rubio untuk menjabat sebagai Sekretaris Negara Amerika.
Di dalam Board of Peace Rubio yang juga Mendagri
Amerika menyediakan kerangka formal kepemerintahan bagi dewan tersebut,
utamanya di dalam hubungan dengan Kongres dan para negara aliansi mereka guna
memastikan aneka inisiatif yang diambil dewan paralel dengan kebijakan luar
negeri Amerika. Peran Kushner adalah sebagai arsitek utama dengan mana Kushner
menggunakan diplomasi bisnis tingkat tinggi sebagai makelar dalam sektor
investasi swasta dalam rekonstruksi Gaza.
Rubio adalah anggota kabinet pertama yang dikonfirmasi dalam
Pemerintahan Trump kedua. Dia menerima suara bulat bersejarah 99-0 di Senat AS.
Rubio dilantik sebagai Sekretaris Negara ke-72 pada 21 Januari 2025. Prioritas
utama Sekretaris adalah memiliki Departemen Luar Negeri yang mengutamakan
Amerika. Sejak 1 Mei 2025, Sekretaris Rubio juga menjabat sebagai Penjabat
Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat.
Steven Witkoff
Hubungan Witkoff dan Kushner di luar Board of Peace sudah berlangsung lama. Hubungan mereka berakar pada persahabatan selama beberapa dekade dan sejarah bersama di pasar real estat New York. Di luar peran dewan resmi mereka, mereka adalah "utusan serba guna" Trump, yang bertugas menangani konflik paling sulit di dunia, termasuk perang di Ukraina dan negosiasi nuklir dengan Iran. Witkoff, teman lama Trump, sering mengandalkan pengetahuan regional Kushner yang mendalam dan hubungan yang ada dengan para pemimpin seperti Benjamin Netanyahu. Mereka telah digambarkan sebagai" saling memantulkan ide " setiap hari.
Keduanya dikritik karena kurangnya pengalaman diplomatik
tradisional, yang mereka anggap sebagai aset. Mereka berpendapat bahwa
"hubungan tepercaya" dan pengalaman bisnis mereka memungkinkan mereka
melewati rintangan birokrasi yang menghalangi diplomat karier. Witkoff telah
menjadi pendukung setia Trump dan Kushner selama bertahun-tahun, setelah
menjabat sebagai penasihat luar pemerintahan Trump pertama dalam isu-isu
seperti pemotongan pajak dan krisis opioid.
Saat ini Steven Witkoff menjabat sebagai Utusan Khusus
Amerika Serikat untuk Misi Perdamaian, posisi yang dia pegang pada tahun 2025
di bawah Presiden Donald J. Trump. Dalam peran ini, dia memajukan upaya AS,
konsisten dengan prioritas Presiden, untuk mendukung resolusi konflik,
keterlibatan diplomatik, dan stabilitas regional dalam koordinasi dengan mitra
antarlembaga dan internasional. Witkoff bekerja sama dengan pejabat senior AS
dan mitra asing dalam hal-hal yang berkaitan dengan inisiatif perdamaian dan
dialog strategis.
Tanggung jawabnya termasuk mendukung negosiasi, memberi
nasihat tentang strategi diplomatik, dan terlibat dengan pemangku kepentingan
regional utama dalam memajukan tujuan keamanan nasional AS. Sebelum
pengangkatannya, Witkoff adalah Pendiri dan Ketua Witkoff. Di awal karirnya,
dia ikut mendirikan Stellar Management Company dan mempraktikkan hukum real
estat. Pengalamannya di sektor swasta menginformasikan pendekatannya terhadap
kepemimpinan, negosiasi, dan pemecahan masalah yang kompleks. Pada tahun 2019, Witkoff
ditunjuk oleh Presiden sebagai Dewan Pengawas Pusat Seni Pertunjukan John F.
Kennedy.
Di dalam Dewan Perdamaian (Dewan Perdamaian Gaza), Witkoff
dan Kushner adalah arsitek inti dari pendekatan "mengutamakan bisnis"
pemerintah terhadap stabilitas Timur Tengah.
Keduanya termasuk di antara sedikit individu yang duduk di Dewan Pendiri
(strategis / pendanaan) dan Dewan Eksekutif Gaza (administrasi di lapangan).
Mereka melihat rekonstruksi Gaza melalui lensa "usaha
real estat" , dengan rencana untuk mengubah wilayah tersebut menjadi
tujuan berteknologi tinggi yang futuristik. Witkoff berfokus pada pengamanan
investasi Teluk regional dan pertukaran lahan, sementara Kushner memanfaatkan
kerangka Kesepakatan Abraham untuk mengamankan pembelian politik. Mereka sering
bepergian bersama untuk menyelesaikan kesepakatan damai, seperti gencatan
senjata Gaza Januari 2025 dan negosiasi pembebasan sandera berikutnya.
Susie Wiles
Satunya perempuan di Dewan Eksekutif Board of Peace adalah Susie Wiles. Susie Wiles adalah ahli strategi politik dan pejabat senior Republik yang diakui secara nasional dengan pengalaman lebih dari empat dekade dalam membentuk kampanye kemenangan dan memajukan kebijakan di setiap tingkat pemerintahan.
Di luar konteks Board of Peace, hubungan Wiles dan Kushner
ditentukan oleh status mereka sebagai dua penasihat Trump paling tepercaya.
Merekalah yang menavigasi tata kelola dan etika politik. Kushner sering
beroperasi di luar struktur resmi Gedung Putih, memungkinkannya melakukan
negosiasi sensitif dengan tokoh-tokoh seperti Vladimir Putin atau Mohammed bin
Salman. Wiles memberikan dukungan "resmi" yang penting,
mengoordinasikan inisiatif pribadi ini dengan Dewan Keamanan Nasional dan
Departemen Luar Negeri.
Sebagai Kepala Staf, Wiles adalah titik kontak utama untuk
penyelidikan kongres terkait urusan bisnis Kushner. Anggota parlemen Demokrat
secara langsung mengajukan petisi kepada Wiles untuk menegakkan pagar etika
yang ketat atas firma ekuitas swasta Kushner, Affinity Partners, dan
interaksinya dengan peran diplomatiknya.
Selama musim kampanye 2024, aliansi Wiles-Kushner diperkuat,
yang dikelola Wiles. Kushner dilaporkan secara pribadi mendorong Wiles untuk
memimpin kampanye, mengakui dia sebagai "profesional sejati" yang
mampu mendisiplinkan operasi Trump. Keduanya tetap menjadi pusat pengambilan
keputusan Trump selama acara militer berisiko tinggi, seperti operasi 2026 di
Iran, di mana mereka menjadi bagian dari "tim kecil" yang melewati
aparat keamanan tradisional untuk merumuskan tanggapan cepat.
Saat ini ia menjabat sebagai Kepala Staf Presiden Donald J.
Trump, mengawasi operasi Gedung Putih, personel, dan pelaksanaan kebijakan, dan
memainkan peran penting dalam menerjemahkan visi strategis menjadi hasil yang
nyata. Karier Susie mencakup berbagai pencapaian kepemimpinan dan politik yang
luar biasa. Dia telah mengarahkan kampanye berisiko tinggi di Florida dan di
seluruh negeri, terutama, kampanye kepresidenan Donald Trump tahun 2024.
Dikenal karena pendekatannya yang disiplin dan berorientasi
pada hasil, Susie unggul dalam membangun tim berkinerja tinggi, mengembangkan
strategi inovatif, dan memastikan eksekusi tanpa hambatan di bawah tekanan. Di
luar pemilu, Susie telah membentuk kebijakan dan tata kelola. Dia telah bekerja
sama dengan anggota parlemen, eksekutif, dan pejabat administrasi senior untuk
memajukan prioritas legislatif utama, memperkuat inisiatif kebijakan
konservatif, dan meningkatkan efisiensi operasional di seluruh pemerintahan dan
organisasi politik.
Wawasan dan keahliannya telah menjadikannya penasihat
tepercaya dalam berbagai hal mulai dari undang-undang tingkat lokal dan negara
bagian hingga strategi nasional. Sepanjang karirnya, Susie telah dikenal karena
kepemimpinannya yang luar biasa, ketajaman strategisnya, dan kemampuannya untuk
menavigasi lingkungan politik yang kompleks.
Rekan-rekannya memujinya sebagai operator yang mantap dan
efektif yang menggabungkan pengetahuan politik yang mendalam dengan bakat untuk
mendorong kolaborasi, mendorong hasil, dan memberdayakan tim untuk berhasil. Di
luar jalur kampanye, Susie mengakar kuat dalam keluarga dan warisan pribadi.
Dia adalah putri Pat Summerall, penendang dan penyiar NFL yang legendaris. Dia
adalah ibu yang berbakti kepada dua putrinya dan menyeimbangkan tanggung jawab
profesionalnya yang menuntut dengan komitmen terhadap keluarganya.
Hubungan Wiles-Kushner di dalam Board of Peace adalah
ibarat “panggung depan” dan “panggung belakang.” Sementara Kushner adalah tokoh
formal dan sentral di Dewan Perdamaian (Dewan Perdamaian Gaza), peran Wiles
terutama adalah pengawasan dan koordinasi tingkat tinggi dari Sayap Barat.
Kushner adalah arsitek utama dari rencana Gaza 20 poin
dewan, membayangkan wilayah itu sebagai "Riviera Mediterania". Wiles,
sebagai Kepala Staf Gedung Putih, memastikan tindakan dewan independen ini
sejalan dengan tujuan politik dan diplomatik Presiden yang lebih luas.
Wiles dan Kushner sering terlihat bersama di tonggak utama
dewan. Keduanya hadir pada pertemuan Dewan Perdamaian perdana pada Februari
2026, di mana Wiles berdiri di samping Kushner dan para pemimpin dunia untuk
melambangkan dukungan terpadu pemerintah terhadap inisiatif tersebut. Wiles dan
timnya secara aktif mengelola "dampak politik" dari rencana dewan
yang lebih kontroversial, seperti pertukaran lahan yang diusulkan Kushner atau
pembiayaan rekonstruksi skala besar, seringkali mendesak fokus pada dampak domestik
seperti harga gas.
Josh Gruenbaum
Di luar Board of Peace, terdapat relasi antara Gruenbaum dan Kushner. Hubungan mereka melampaui Gaza, berakar pada lingkaran sosial bersama dan peningkatan pesat melalui jajaran pemerintahan Trump. Gruenbaum tumbuh di lingkungan Yahudi Ortodoks New York yang sama dengan saudara laki-laki Jared, Josh Kushner, dan keduanya tetap bersahabat. Gruenbaum adalah bagian dari tim negosiasi inti Kushner untuk konflik Rusia-Ukraina. Dia telah menemani Kushner dan utusan khusus Steve Witkoff ke pertemuan tingkat tinggi di Moskow dengan Vladimir Putin (Januari 2026) dan di Florida dengan negosiator Rusia Kirill Dmitriev (Maret 2026).
Memanfaatkan latar belakangnya sebagai Komisaris Federal
Acquisition Service (FAS), Gruenbaum memberikan keahlian ekonomi dan pengadaan
yang mendukung tujuan diplomatik Kushner yang lebih luas. Kushner secara
terbuka memuji pola pikir sektor swasta Gruenbaum, membelanya di tengah
pengawasan terkait peningkatannya yang cepat dari peran pengadaan dalam negeri
menjadi diplomat internasional tingkat atas.
Dari namanya tentu saja ia keturunan Ashkenazi. Gruenbaum
adalah satu dari dua penasehat senior Board of Peace. Josh Gruenbaum adalah
Komisaris Layanan Akuisisi Federal di Administrasi Layanan Umum. Dengan
pengalaman yang luas di perusahaan terkemuka KKR & Co. dan Moelis &
Co., Josh memiliki spesialisasi dalam restrukturisasi kompleks, merger dan
akuisisi, perputaran perusahaan, tata kelola, dan investasi. Josh telah
bertugas di berbagai dewan di berbagai industri, menunjukkan pemahaman yang mendalam
tentang strategi dan tata kelola organisasi. Dia memegang gelar J. D. dari NYU
School of Law dan M. B. A. dari NYU Stern School of Business, dan diterima di
New York State Bar.
Hubungan antara Josh Gruenbaum dan Jared Kushner adalah
aliansi erat dalam lingkaran dalam kebijakan luar negeri pemerintahan Trump,
yang ditandai dengan transisi dari latar belakang sektor swasta ke diplomasi
global berisiko tinggi. Gruenbaum,
awalnya seorang spesialis dalam pengadaan federal dan perbankan investasi,
telah muncul sebagai penasihat senior utama dan "pengganda kekuatan"
untuk inisiatif perdamaian internasional Kushner.
Gruenbaum dan Kushner beroperasi sebagai tim taktis dan strategis. Sementara Kushner adalah anggota Dewan Eksekutif Pendiri yang menyediakan strategi tingkat tinggi, Gruenbaum ditunjuk sebagai Penasihat Senior yang secara khusus bertugas memimpin strategi dan operasi sehari-hari. Gruenbaum bekerja langsung dengan Kushner untuk menyusun rencana rekonstruksi pasca-perang untuk Gaza, yang membayangkan mengubah wilayah tersebut menjadi pusat teknologi tinggi dengan resor pantai. Gruenbaum menerjemahkan mandat diplomatik Dewan ke dalam eksekusi di lapangan, memastikan bahwa upaya rekonstruksi mengikuti model "mengutamakan bisnis" pemerintah.
Aryeh Lightstone
Ia sama dengan Gruenbaum. Aryeh menjabat sebagai Penasihat Senior Duta Besar AS untuk Israel dari 2017 hingga 2021. Pada tahun 2020, Lightstone ditunjuk sebagai Utusan Khusus Normalisasi Ekonomi untuk Kesepakatan Abraham. Dalam peran itu dia adalah anggota integral dari tim Peace to Prosperity, memimpin KTT Bisnis Abraham Accord perdana, mengarahkan Dana Abraham, dan melayani sebagai salah satu orang kunci di Timur Tengah untuk aktualisasi Kesepakatan Abraham.
Hubungan mereka mendahului dewan, yang berakar pada
diplomasi "pembuatan kesepakatan" dari pemerintahan Trump pertama dan
advokasi sektor swasta. Lightstone terkenal menggambarkan dinamika mereka
dengan menyebut Kushner sebagai "arsitek" perdamaian sambil
mengidentifikasi dirinya sebagai "pembangun" yang mengimplementasikan
desain untuk menghasilkan "konsekuensi yang nyata dan bertahan lama".
: Lightstone menjabat sebagai penasihat senior Duta Besar AS untuk Israel David
Friedman dan merupakan pemain kunci "di balik layar" dalam
Kesepakatan Abraham. Di bawah arahan Kushner, Lightstone mengelola Dana Abraham
dan memimpin KTT bisnis yang memberikan "daging ekonomi" pada
kesepakatan tersebut.
Institut Perdamaian Abraham Accords( AAPI): Sebelum masuk
kembali ke pemerintahan, Lightstone menjabat sebagai CEO AAPI, sebuah
organisasi nirlaba yang didirikan oleh Kushner untuk melestarikan dan
memperluas perjanjian normalisasi.
Pada akhir 2025, sebelum pembentukan resmi dewan, Lightstone
telah diidentifikasi sebagai pejabat senior yang memimpin tim di Tel Aviv untuk
mengembangkan "Komunitas Alternatif yang Aman" dan kompleks perumahan
bagi warga Palestina, melapor langsung ke Kushner.
Lightstone menerima penghargaan dari Departemen Pertahanan
AS, Departemen Luar Negeri AS, dan Negara Israel atas karyanya dalam memajukan
kepentingan AS di seluruh Timur Tengah dan mewujudkan perdamaian di wilayah
tersebut. Aryeh saat ini menjabat sebagai Penasihat Senior Duta Besar Steve
Witkoff dan kantor Misi Perdamaian.
Dalam peran itu dia mendukung Duta Besar Witkoff dalam
negosiasi Kesepakatan TRIPP, mengakhiri konflik selama beberapa dekade antara
Republik Armenia & Azerbaijan. Selain itu, Lightstone memainkan peran
penting dalam implementasi rencana 20 poin Komprehensif Presiden untuk
mengakhiri konflik Gaza. Pada Januari 2026, Ketua Dewan Perdamaian, Presiden
Donald J Trump, menunjuk Aryeh Lightstone untuk menjabat sebagai Penasihat
Senior Dewan Perdamaian. Dia juga penulis "Let My People Know" sebuah
buku tentang Kesepakatan Abraham.
Hubungan antara Aryeh Lightstone dan Jared Kushner adalah
kemitraan jangka panjang dan berisiko tinggi di mana Lightstone bertindak
sebagai "pembangun" utama dan pemimpin operasional untuk visi
perdamaian regional yang dirancang oleh Kushner. Pada awal tahun 2026, hubungan mereka
ditentukan oleh hubungan berikut Di Dalam Dewan Perdamaian.
Di dalam Dewan Perdamaian (Dewan Perdamaian Gaza), yang
didirikan oleh Donald Trump pada Januari 2026, Lightstone dan Kushner bekerja
sebagai tim kepemimpinan berjenjang. Sementara Kushner adalah anggota Dewan
Eksekutif Pendiri yang berfokus pada strategi tingkat tinggi dan diplomasi
regional, Lightstone ditunjuk sebagai Penasihat Senior. Lightstone secara resmi ditugaskan untuk
memimpin strategi dan operasi dewan sehari-hari. Dia bertanggung jawab untuk
"menerjemahkan mandat dewan" menjadi eksekusi langsung dan disiplin
di lapangan di Gaza. Lightstone langsung melapor kepada Kushner, berfungsi
sebagai jembatan kritis antara visi strategis Kushner dan tugas operasional
rekonstruksi dan stabilisasi.
Dewan Eksekutif Gaza
Board of Peace dikampanyekan sebagai cara menciptakan
perdamaian di Gaza. Sekali lagi ini merupakan kampanye penuh kebohongan Amerika
Serikat seperti “demokratisasi” (padahal mereka mendukung rezim otoritarian),
“hak asasi manusia” (padahal mereka diam saja dalam genisida di Gaza). Entahlah
penulis, mungkin juga Anda, sudah memandang apa pun yang disuarakan Amerika
Serikat harus diterjemahkan sebagai kebalikannya. Jika mereka memberitahu Anda
bahwa es itu dingin, maka kita kita harus memahaminya bahwa yang sebenarnya
adalah es itu panas. Hingga sejauh itu kebohongan tanpa tedeng aling-aling
negara “cowboy Texas” tersebut.
Kini, mari kita bahas siapa saja anggota Dewan Eksekutif
Board of Peace guna menciptakan “perdamaian” (baca: Perang) di Gaza.
Reem al-Hashimy
Pada Oktober 2025, al-Hashimy berpartisipasi dalam pertemuan
tingkat tinggi di Paris untuk membahas implementasi rencana perdamaian Trump
beberapa bulan sebelum Dewan Perdamaian diresmikan. Hubungan mereka juga
dicirikan oleh hubungan ekonomi yang mendalam. Firma investasi Kushner,
Affinity Partners, mengelola miliaran dolar, termasuk investasi signifikan dari
dana negara UEA, yang telah mengarah pada pengawasan terkait potensi konflik
kepentingan dalam kerja diplomatik bersama mereka.
Ia adalah politisi perempuan dari Uni Emirat Arab. Reem
binti Ebrahim Al Hashimy lahir pada tahun 1978 di Dubai, Uni Emirat Arab, dalam
keluarga Emirat terkemuka dengan tradisi pelayanan publik yang memengaruhi
keterpaparan awalnya terhadap kepemimpinan dan pemerintahan. Dia menyelesaikan
pendidikan sarjananya di Universitas Tufts di Massachusetts, mendapatkan gelar
Bachelor of Arts dalam Hubungan Internasional dan Bahasa Prancis pada tahun
1999. Al Hashimy kemudian melanjutkan studi pascasarjana di Universitas
Harvard, memperoleh gelar Master of Arts pada tahun 2002, dengan fokus pada
urusan internasional yang menjadi dasar keahliannya dalam diplomasi.
Pada Oktober 2023, Al Hashimy mengutuk serangan Hamas
terhadap Israel pada 7 Oktober sebagai "biadab dan keji", menuntut
pembebasan sandera segera dan menekankan bahwa tindakan semacam itu merusak
stabilitas regional.
Dia membingkai bantuan kemanusiaan Uni Emirat Arab ke Gaza
sebagai tanggapan pragmatis yang bertujuan untuk mencegah eskalasi dan
mendorong kondisi untuk resolusi politik, daripada mendukung pemerintahan
Hamas, yang secara implisit dia kritik dengan memprioritaskan pembebasan
sandera dan perlindungan sipil daripada dukungan tanpa syarat. Pada Sidang Umum
Perserikatan Bangsa-Bangsa pada bulan September 2023, Al Hashimy mengadvokasi
solusi politik untuk sengketa wilayah, menolak kekerasan sebagai hal yang tak
terhindarkan dan menegaskan bahwa "keamanan, stabilitas, dan kemakmuran
akan dipulihkan di wilayah kita melalui solusi politik, bukan melalui laras
senjata."
Dia menekankan kedaulatan dalam menangani konflik, seperti
pendudukan Iran di kepulauan Greater Tunb, Lesser Tunb, dan Abu Musa, sambil
menghubungkan anti-ekstremisme dengan upaya Arab yang lebih luas dalam melawan
ancaman yang mengeksploitasi ketidakstabilan. Al Hashimy secara konsisten
memposisikan terorisme sebagai ancaman transnasional yang tidak memerlukan
toleransi, termasuk akuntabilitas bagi pemodal dan pendukung, dan menyoroti
peran teknologi sebagai "pengganda kekuatan" bagi para ekstremis pada
November 2022.
Dia mendukung kerja sama Arab yang diperbarui dalam
tantangan keamanan-mengintegrasikan kontraterorisme dengan iklim dan ketahanan
teknologi-atas ketergantungan pada kerangka kerja multilateral yang sudah
ketinggalan zaman, dengan alasan bahwa campur tangan dalam urusan Arab memicu
ekstremisme dan bahwa tindakan pencegahan di zona konflik sangat penting untuk
menyangkal tempat berlindung yang aman.
Pendekatan ini menggarisbawahi penekanan realis pada
kedaulatan negara dan pencegahan proaktif terhadap ancaman ideologis seperti
yang ditimbulkan oleh kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan Ikhwanul
Muslimin. Hubungan antara Reem Al Hashimy dan Jared Kushner merupakan
kolaborasi strategis antara diplomat tinggi kerjasama internasional Uni Emirat
Arab (UEA) dan utusan utama Timur Tengah Donald Trump. Kemitraan mereka
berpusat pada penerapan model perdamaian" berbasis bisnis " untuk
Gaza melalui Dewan Perdamaian.
Dalam Dewan Perdamaian yang didirikan pada Januari 2026, Al
Hashimy dan Kushner menjabat sebagai pemimpin kunci sayap operasional dan
strategisnya. Keduanya adalah anggota Dewan Eksekutif Gaza (GEB), sebuah badan
yang bertugas mengawasi pemerintahan sementara, keamanan, dan rekonstruksi
wilayah tersebut.
Kushner bertindak sebagai ahli strategi utama dan visioner
di balik rencana induk "Gaza Baru", yang menekankan investasi sektor
swasta dan pengembangan real estat kelas atas. Sementara itu al-Hashimy
mewakili kepentingan UEA dan menyediakan keahlian diplomatik dan logistik yang
diperlukan untuk mengoordinasikan sumber daya internasional dan memobilisasi
modal donor. Peran lainnya adalah al-Hashimy secara terbuka memuji dewan
tersebut sebagai mekanisme berbasis solusi yang "benar-benar penting"
yang memprioritaskan pragmatisme daripada rintangan birokrasi tradisional,
sebuah sentimen yang sejalan dengan pendekatan "pembuat kesepakatan"
Kushner terhadap diplomasi.
Adel al-Jubair
Adel bin Ahmed al-Jubeir lahir 1 Februari 1962 adalah seorang diplomat Arab Saudi yang menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, anggota Dewan Menteri, dan Utusan Iklim Kerajaan. Ia dididik di Amerika Serikat dengan gelar sarjana summa cum laude dalam ilmu politik dan ekonomi dari Universitas Texas Utara pada tahun 1982 dan gelar master dalam hubungan internasional dari Universitas Georgetown pada tahun 1984, al-Jubeir memulai karir diplomatiknya di Kementerian Luar Negeri Saudi pada tahun 1987.
Hubungan antara Adel al-Jubeir dan Jared Kushner adalah
aliansi antara diplomat veteran Saudi dan utusan presiden tingkat tinggi.
Kolaborasi mereka, yang berlangsung selama lebih dari satu dekade, telah
beralih dari diplomasi saluran belakang dalam pemerintahan Trump pertama.
Hubungan mereka di luar dewan berakar pada diplomasi berisiko tinggi dan
hubungan pribadi selama bertahun-tahun. Selama masa jabatan pertama Trump
(2017-2021), Al-Jubeir (Menteri Luar Negeri saat itu) menjadi lawan bicara
utama Kushner. Dia terkenal membela pendekatan serius Kushner terhadap
perdamaian Timur Tengah, bahkan ketika kurangnya pengalaman tradisional Kushner
menuai kritik.
Al-Jubeir memainkan peran penting dalam mengelola hubungan
antara Kushner dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS). Dia sering
bertindak sebagai pembela umum dari aliansi dekat ini, terutama selama krisis
internasional seperti penyelidikan Khashoggi. Al-Jubeir dan Kushner bekerja
sama dalam strategi regional yang akhirnya mengarah pada Kesepakatan Abraham.
Sementara Arab Saudi tidak menandatangani kesepakatan selama masa jabatan
pertama, Al-Jubeir tetap menjadi kontak utama Saudi untuk upaya berkelanjutan
Kushner untuk menormalkan hubungan Israel-Saudi. Sejak meninggalkan Gedung
Putih, firma Kushner, Affinity Partners, telah menerima miliaran investasi dari
Dana Investasi Publik Saudi. Al-Jubeir secara konsisten meremehkan kritik
terhadap hubungan keuangan ini, membingkainya sebagai interaksi bisnis standar.
Dia kemudian menjabat sebagai penasihat urusan luar negeri
untuk Putra Mahkota Abdullah saat itu dari tahun 2000 hingga 2005 dan sebagai
Duta Besar Saudi untuk Amerika Serikat dari tahun 2007 hingga 2015, di mana dia
menjalin hubungan yang luas dengan pembuat kebijakan, lembaga pemikir, dan
media Amerika. Kemudian ia ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri pada tahun
2015—non-kerajaan pertama yang memegang jabatan tersebut-al-Jubeir memainkan
peran sentral dalam diplomasi regional tegas Arab Saudi, termasuk intervensi
militer di Yaman melawan pasukan Houthi yang didukung oleh Iran dan penentangan
terhadap kesepakatan nuklir Iran tahun 2015.
Pada tahun 2018, ia beralih ke peran kementeriannya saat ini
sambil terus mewakili kepentingan Saudi di forum multilateral, seperti
negosiasi iklim yang selaras dengan tujuan diversifikasi ekonomi Visi 2030.
Pembelaan publiknya atas tindakan Saudi di Yaman dan tanggapan terhadap insiden
seperti pembunuhan Jamal Khashoggi pada 2018 telah menarik perhatian
internasional, meskipun dia telah menekankan komitmen Saudi terhadap
kontraterorisme dan stabilitas.
Menyusul pengangkatannya sebagai Menteri Luar Negeri pada 29
April 2015, al-Jubeir menyatakan skeptisisme terhadap Rencana Aksi Komprehensif
Bersama (JCPOA), menyatakan dua hari setelah penandatanganannya bahwa mereka
gagal menangani program rudal balistik Iran, campur tangan regional, atau
dukungan untuk terorisme.
Dia berargumen bahwa dorongan ideologis Iran untuk
mengekspor revolusi mengharuskan penahanan yang lebih luas di luar pembatasan
nuklir. Pada Januari 2016, di tengah ketegangan yang meningkat setelah eksekusi
ulama Syiah Nimr al-Nimr oleh Arab Saudi, pengunjuk rasa Iran menyerbu kedutaan
Saudi di Teheran, mendorong al-Jubeir untuk mengumumkan pemutusan hubungan
diplomatik dengan Iran pada 3 Januari, dengan alasan pelanggaran hukum
internasional. hukum yang melindungi misi diplomatik.
Langkah ini sejalan dengan tanggapan Dewan Kerjasama Teluk
(GCC) yang lebih luas, mengusir diplomat Iran dan menurunkan hubungan, karena
al-Jubeir menekankan pola agresi Iran terhadap tetangganya. Al-Jubeir secara
konsisten menuduh Iran merusak stabilitas regional melalui milisi proksi,
termasuk di Suriah, di mana dia menyatakan pada September 2016 bahwa Teheran
mengabaikan norma-norma internasional dengan menopang rezim Assad. Dia
berkoordinasi dengan Amerika Serikat untuk melawan pengaruh ini, sebagaimana
dibuktikan dalam pernyataan bersama Mei 2017 dengan Sekretaris Tillerson, yang
mencatat upaya bersama melawan ekspor ekstremisme dan destabilisasi Iran di
Yaman, Suriah, dan Irak.
Di bawah pemerintahan Trump, al-Jubeir mendukung penarikan
AS dari JCPOA pada tahun 2018 dan menganjurkan sanksi yang diintensifkan,
mengatakan kepada CNN bahwa Arab Saudi akan mengejar kemampuan nuklir jika Iran
mengembangkannya, untuk menjaga keseimbangan strategis.[40] Dalam diskusi April
2018 dengan Sekretaris Pompeo, dia mendukung langkah-langkah tambahan untuk
menekan Iran secara ekonomi dan mengekang petualangan regionalnya.[41]
Posisi-posisi ini membingkai Arab Saudi sebagai penyeimbang hegemoni Iran,
memprioritaskan pencegahan melalui aliansi dan pengaruh ekonomi daripada
konfrontasi langsung.
Per Maret 2026, Al-Jubeir dan Kushner menjabat sebagai tokoh
kunci di Dewan Perdamaian (Dewan Perdamaian Gaza), sebuah badan yang dibentuk
untuk mengawasi transisi dan rekonstruksi Gaza. Pada pertemuan perdana dewan
pada Februari 2026, Al-Jubeir mengumumkan janji $1 miliar dari Arab Saudi untuk
mendukung tujuan rekonstruksi dewan.
Pendanaan ini sangat penting untuk visi" mengutamakan
bisnis " untuk Gaza yang diperjuangkan oleh Kushner. Al-Jubeir mewakili
Arab Saudi karena mengambil kursi permanen di meja pengambilan keputusan dewan,
bekerja bersama Kushner (yang duduk di Dewan Eksekutif) untuk mengoordinasikan
upaya bantuan dan stabilisasi regional. Sementara Kushner bertindak sebagai
arsitek strategis, Al-Jubeir memberikan bobot diplomatik formal kepada
pemerintah Saudi, memastikan inisiatif dewan selaras dengan aspirasi regional
yang lebih luas untuk kenegaraan dan keamanan Palestina.
Ali al-Thawadi
belum ada poto
Hubungan antara Ali al-Thawadi dan Jared Kushner di luar
Dewan Perdamaian adalah kemitraan berisiko tinggi antara "fixer-diplomat
"dan" pengusaha-utusan."Hubungan mereka berakar pada diplomasi
saluran belakang selama bertahun-tahun dan kepentingan keuangan bersama yang
tinggi. Al-Thawadi telah digambarkan sebagai "pemecah masalah"
rahasia yang membantu Kushner menyelamatkan kesepakatan Gaza dari kehancuran
pada akhir 2025.
Di luar dewan, mereka telah bekerja sama dalam tujuan
regional yang lebih luas, termasuk membangun kembali hubungan antara Israel dan
Qatar. Al-Thawadi terkenal difoto di Oval Office bersama Kushner dan Steve
Witkoff selama negosiasi sensitif pada September 2025. Hubungan mereka dimulai
sejak masa jabatan Trump pertama, di mana al-Thawadi berperan dalam
rekonsiliasi antara Qatar dan tetangganya pada tahun 2021, sebuah upaya yang
dipelopori oleh Kushner. Keduanya memiliki ketertarikan yang sama terhadap investasi
internasional besar; sementara Kushner memimpin Affinity Partners, al-Thawadi
telah terlibat dalam kesepakatan olahraga terkenal, seperti memperoleh hak
tempat duduk VIP di Camp Nou FC Barcelona seharga $ 30 juta pada tahun 2025.
Sebelumnya, tatkala Israel melancarkan serangan yang
menargetkan negosiator Hamas di Doha pada bulan Juni, hal itu membawa
pembicaraan damai Gaza yang rapuh ke ambang kehancuran. Awan asap di atas ibu
kota Qatar menandakan masalah yang lebih dalam bagi para penguasa negara.
Mereka menghantam status kota mereka sebagai surga kedamaian dan tujuan
investor di tengah kekacauan di tempat lain di Timur Tengah. Sebagai tanda
kemarahan mereka, mereka mengirim pemecah masalah utama mereka, Ali al-Thawadi,
ke Washington untuk mengembalikan semuanya ke jalurnya.
Hadiah untuk Qatar baru menjadi jelas dua hari kemudian,
dalam bentuk janji AS untuk mempertahankan negara Teluk kecil itu jika diserang
lagi. Perintah eksekutif tertanggal 29 September, Senin yang sama ketika
Thawadi difoto di Oval Office bersama Netanyahu. Namun keberadaannya
dirahasiakan hingga 1 Oktober. Thawadi, yang memegang posisi tingkat menteri
tanpa menjalankan kementerian, dapat dilihat di latar belakang foto yang
dirilis oleh Gedung Putih minggu lalu, wajahnya sebagian tertutup, tersembunyi di
balik Pete Hegseth, menteri pertahanan AS. Dia terlihat seperti Benjamin
Netanyahu, perdana menteri Israel, telepon di tangan, menyampaikan permintaan
maaf kepada pemimpin Qatar.
Posisi diam-diam adalah ciri khas seorang pria yang dikenal
beroperasi dalam bayang-bayang. Dia memiliki sedikit kehadiran online, tetapi
namanya telah muncul di salah satu kasus korupsi terbesar di Amerika, tampaknya
memasok tiket Formula Satu kepada seorang senator yang bengkok. Namanya juga
muncul sehubungan dengan tuduhan Qatar menyabotase saingannya dalam tawaran
Piala Dunia. Menurut salah satu sumber, Thawadi ada di sana untuk masalah
khusus permintaan maaf Israel, pemulihan semacam kepercayaan, jika Anda suka,
antara Israel dan Qatar. Tapi dia juga ada di Qatar untuk mengklaim hadiahnya
karena memanfaatkan hubungannya dengan Hamas dalam pembicaraan sebelum
menyerahkan sanderanya.
Di dalam Dewan Perdamaian Donald Trump (Dewan Perdamaian
Gaza), mereka adalah tokoh kunci dalam struktur eksekutif yang bertugas untuk
rekonstruksi dan tata kelola Gaza. Dalam Dewan Perdamaian yang dibentuk pada
Januari 2026, al-Thawadi dan Kushner menjabat sebagai pemimpin senior di Dewan
Eksekutif Gaza (GEB).
Sebagai anggota Dewan Eksekutif pendiri, Kushner adalah arsitek utama visi "Gaza Baru", rencana senilai $ 25 miliar untuk mengubah wilayah tersebut menjadi "Riviera Mediterania" berteknologi tinggi."Sebagai Menteri Urusan Strategis Qatar, al-Thawadi mewakili Qatar di GEB. Dia bertanggung jawab untuk memfasilitasi dialog antara dewan, mitra regional, dan aktor lokal untuk mengimplementasikan rencana induk ekonomi Kushner.
Kedua pria tersebut dikreditkan oleh Kushner atas kerja
"tak kenal lelah" mereka dalam mencapai kesepakatan gencatan senjata
dan pembebasan sandera yang ditandatangani pada akhir 2025, yang menjadi dasar
Dewan Perdamaian. Al-Thawadi mengawasi integrasi komitmen keuangan
Qatar-termasuk janji $1 miliar-ke dalam dana stabilisasi dewan.
Sir Tony Blair
Sudah dibahas di bagian think-tank Dewan Perdamaian. Sama seperti Kushner orang ini pun ada di aneka posisi dalam dewan.
Michael Eisenberg
Hubungan antara Michael Eisenberg dan Jared Kushner adalah
aliansi sentral dalam strategi Timur Tengah pemerintahan Trump, menjembatani
perencanaan tingkat tinggi Amerika dengan implementasi eksekutif Israel.
Hubungan mereka berakar pada lingkaran modal ventura bersama, ideologi Zionis,
dan ikatan politik yang erat dengan pemerintah Israel.
Kedua pria tersebut memiliki latar belakang keuangan tingkat
tinggi. Eisenberg adalah seorang pemodal ventura terkemuka dan salah satu
pendiri Aleph, dana VC Israel. Firma ekuitas swasta Kushner, Affinity Partners,
sangat terlibat dalam investasi regional dan perencanaan pembangunan kembali.
Eisenberg telah lama menjadi "orang kepercayaan" Benjamin Netanyahu
dan bergabung dengan rombongan Perdana Menteri selama kunjungan kenegaraan ke
Florida pada akhir 2025 untuk bertemu dengan Kushner dan Trump di Mar-a-Lago.
Eisenberg sebelumnya terlibat dalam pendirian Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF),
sebuah mekanisme distribusi bantuan yang meletakkan dasar operasional untuk
model rekonstruksi "business-first" Dewan Perdamaian saat ini.
Eisenberg lahir dan besar di AS tetapi menjadi salah satu
investor paling sukses di perusahaan teknologi Israel. Seorang multi-jutawan
Israel-Amerika telah mengungkapkan bagaimana kedua putranya bersiap untuk
melawan teroris Hamas dan bahwa salah satu sepupunya yang 'tercinta' telah
terbunuh dalam baku tembak dengan mereka. Michael Eisenberg adalah pengusaha
terkemuka yang menjalankan Aleph, sebuah perusahaan modal ventura dengan dana $
700 juta yang diinvestasikan di perusahaan-perusahaan Israel yang sedang
berkembang.
Dia dianggap sebagai salah satu tokoh terkemuka negara itu
dalam masalah ekonomi dan sosial setelah pindah ke Israel dari AS pada tahun
1993, membesarkan delapan anak di Yerusalem bersama istrinya Yaffa. Eisenberg
mengatakan bahwa dia adalah pendana Zionis Israel dan bangga dengan itu. Dia
melanjutkan bahwa setiap anggota tim melakukan bagiannya. Eisenberg memiliki
karyawan yang telah dipanggil untuk bertugas cadangan di IDF. Tetapi pada saat
yang sama, bagi Eisenberg, Israel perlu kembali normal sesegera mungkin karena
rutinitas penting di masa perang dan selama masa stres.
Menurut Eisenberg, "Shighra" adalah kode untuk
bagaimana negara ini dan orang-orang Israel terus bergerak maju bahkan ketika
dikelilingi oleh kekacauan atau kekejaman yang dilakukan oleh Hamas. Dan bahkan
ketika putra dan putri mereka dipanggil ke militer. Di Aleph, ini sangat penting karena di tempat
itu Eisenberg membutuhkan dana bagi bekerjanya investor mereka, untuk pengusaha
Israel, dan negara Israel. Ekonomi harus tetap berfungsi. Bagi Eisenberg, tatkala
ia kembali ke kantor maka ia akan meminta perusahaan portofolio untuk mau
kembali ke kantor mereka. Eisenberg baru saja mengumumkan investasi di Dream
Security, yang ditandatangani pada hari ketiga puluh setelah pembantaian
mengerikan di Gaza, dan kami menandatangani perjanjian itu sendiri di perbatasan
Gaza.
Di dalam Dewan Perdamaian, Eisenberg dan Kushner beroperasi
sebagai pemimpin senior dari dua tingkatan fungsional utama dewan. Kushner
adalah anggota pendiri Dewan Eksekutif Pendiri, badan yang bertanggung jawab
atas strategi tingkat tinggi dan pendanaan untuk rekonstruksi Gaza. Eisenberg
adalah anggota terkemuka kontingen Israel di dewan tersebut.
Dia digambarkan sebagai "mitra penuh" dalam
pekerjaan dewan dan menjabat sebagai perwakilan resmi Perdana Menteri Benjamin
Netanyahu di markas koordinasi pimpinan AS. Presiden Trump menunjuk Eisenberg
untuk memimpin tim AS dalam mekanisme internasional yang bertugas memantau
perjanjian gencatan senjata Gaza, peran yang membutuhkan koordinasi
terus-menerus dengan pengawasan strategis Kushner.
Hakan Fidan
Hakan Fidan adalah kepala mata-mata Turki. Dia mengukir peran kunci sebagai tangan kanan Presiden Recep Tayyip Erdogan tetapi telah menimbulkan kecurigaan di luar negeri. Di luar Dewan Perdamaian, hubungan antara Hakan Fidan dan Jared Kushner adalah kemitraan diplomatik tingkat tinggi dalam pemerintahan Trump kedua, di mana mereka berfungsi sebagai arsitek utama untuk stabilisasi regional. Sementara Kushner bertindak sebagai "pembuat kesepakatan" strategis utama untuk Gedung Putih, Fidan memberikan bobot regional yang penting dan diplomasi yang dipimpin intelijen Turki.
Di luar dewan, hubungan mereka ditentukan oleh saluran
diplomatik yang lebih luas dan tidak konvensional yang sering melewati jalur
tradisional departemen luar negeri. Fidan sering berinteraksi dengan "duo
perdamaian" Kushner dan Utusan Khusus AS Steve Witkoff. Bersama-sama,
mereka ditugaskan untuk menangani beberapa konflik paling sulit di dunia,
termasuk negosiasi dengan Iran dan mediasi dalam perang Rusia-Ukraina.
Fidan, mantan kepala Organisasi Intelijen Nasional Turki (MIT), membawa latar belakang keamanan yang mendalam dalam urusannya dengan Kushner. Sinergi ini memungkinkan mereka untuk menangani masalah keamanan yang sensitif, seperti Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang diusulkan untuk Gaza, meskipun oposisi Israel sejauh ini mencegah pasukan Turki bergabung dengan daftar tersebut. Hubungan tersebut juga digarisbawahi oleh tujuan ekonomi regional bersama. Sementara Kushner mempromosikan pengembangan real estat di Gaza, Fidan berupaya memastikan perusahaan Turki memiliki peran utama dalam proyek rekonstruksi bernilai miliaran dolar.
Analis telah lama berspekulasi bahwa Erdogan sedang
mempersiapkan anak didiknya untuk peran utama dalam pemerintahan, bahkan hingga
jabatan perdana menteri. Namun, saat ini sebagian besar analis percaya bahwa
dia lebih mungkin menjadi menteri luar negeri setelah pemilihan umum pada bulan
Juni. Reaksi di Turki terhadap pengunduran dirinya beragam.
Wakil Perdana Menteri Bulent Arinc mengatakan bahwa Hakan,
secara pribadi, saya pikir melihat seseorang yang diberi tugas Superman
memasuki parlemen-menjadi anggota parlemen-adalah sia-sia. Hakan melakukan
pekerjaan yang dilakukan oleh 50 anggota parlemen. Tugas ini terlalu penting
dan seharusnya ditepati. Fidan terkenal karena peran kuncinya dalam memimpin
pembicaraan damai dengan pemberontak Kurdi serta kampanye Turki melawan
Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Fidan, yang berusia akhir 40-an, diangkat menjadi kepala
Organisasi Intelijen Nasional (MIT) oleh Erdogan pada Mei 2010 setelah menjabat
sebagai penasihat kebijakan luar negerinya selama tiga tahun. Menurut Erdogan,
Hakan adalah penjaga rahasianya, penjaga rahasia negara. Erdogan mengatakan
bahwa Fidan sebagai birokrat yang sangat terlatih juga. Fidan dipandang sebagai
sosok yang tidak bersahabat oleh Israel, yang hubungannya dengan Turki memburuk
pada musim semi 2010 setelah pasukan komando Israel melancarkan operasi
mematikan untuk menyerbu armada bantuan yang menuju Gaza. Delapan warga negara
Turki tewas dalam serangan itu. Sebuah laporan media AS pada tahun 2013 juga
menuduh Fidan membocorkan jaringan orang Iran yang dikelola Mossad yang
beroperasi di tanah Turki dalam apa yang dicap oleh Tel Aviv sebagai
"tindakan pengkhianatan".
Fidan mengambil bagian dalam pembicaraan damai dengan
tokoh-tokoh senior dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang di Oslo
pada tahun 2009. Pembicaraan tersebut terurai pada tahun 2011 ketika rekaman
rahasia bocor ke media yang mengungkapkan bahwa negosiasi sedang berlangsung.
Setelah pembicaraan gagal, pemerintah Erdogan mendelegasikan Fidan untuk
bernegosiasi dengan ketua PKK yang dipenjara Abdullah Ocalan, yang menjalani
hukuman seumur hidup di pulau penjara Imrali di Laut Marmara. Pada tahun 2012,
parlemen Turki mengeluarkan undang-undang yang mewajibkan izin perdana menteri
untuk menginterogasi kepala mata-mata negara tersebut, yang secara efektif
melindungi Fidan dari tuntutan apa pun.
Erdogan secara terbuka menyuarakan dukungan untuk sekutunya,
menyatakan bahwa Erdogan mengatakan bahwa dialah yang mengirim Hakan ke Oslo
dan ke Imrali. Rincian tentang kehidupan Fidan sebagian besar bersifat rahasia,
dengan hanya sedikit biografi yang dipublikasikan di situs web MIT. Dia telah
digambarkan sebagai orang yang sederhana. Dia bertugas di angkatan bersenjata
Turki sebagai bintara dan bekerja di Korps Reaksi Cepat Sekutu NATO yang
berbasis di Jerman. Ayah tiga anak yang sudah menikah ini memiliki gelar
sarjana di bidang ilmu politik dan pemerintahan dari University of Maryland
University College di Amerika Serikat. Dia juga memperoleh gelar master dan
doktor di Universitas swasta Bilkent di Ankara.
Dia mengepalai badan publik untuk pembangunan yang dikenal
sebagai TIKA, yang aktif di negara-negara Turki dan Afrika dan juga di
negara-negara Muslim lainnya di mana Turki telah berusaha untuk mendapatkan
pijakan sebagai bagian dari strateginya untuk menjadi kekuatan regional.
Sebelum diangkat ke MIT, Fidan bekerja di kantor Erdogan sebagai wakil wakil
sekretaris dan juga diketahui pernah bekerja sama dengan Perdana Menteri Ahmet
Davutoglu.
Dalam Dewan Perdamaian (Dewan Perdamaian Gaza) yang dibentuk
pada Januari 2026, kerja sama mereka diformalkan melalui struktur eksekutif
berjenjang. Keduanya adalah anggota Dewan Eksekutif Gaza (GEB), sebuah badan
yang diumumkan pada 17 Januari 2026, untuk mengawasi administrasi di lapangan
dan stabilisasi Gaza.
Jared Kushner menjabat sebagai Dewan Eksekutif Pendiri,
Kushner adalah visioner utama di balik rencana induk "Gaza Baru",
yang menekankan investasi sektor swasta dan rekayasa ulang ekonomi. Sebagai
Menteri Luar Negeri Turki, Fidan mewakili Presiden Recep Tayyip ErdoÄŸ Dia
bertindak sebagai penghubung penting bagi dunia Muslim dan merupakan suara
utama untuk "perbaikan dua negara" sebagai tujuan akhir dari upaya
stabilisasi. Kushner secara terbuka memuji kerja "tak kenal lelah"
Fidan dalam mencapai gencatan senjata Gaza awal dan kesepakatan pembebasan
sandera yang mendahului pembentukan dewan tersebut.
Yakir Gabay
Gabay berasal dari kerajaan real estat global hingga rekonstruksi berisiko tinggi, miliarder Israel-Siprus ini membentuk masa depan Gaza pasca-konflik.Forum Ekonomi Dunia di Davos baru-baru ini menyaksikan pengumuman resmi peluncuran "Dewan Perdamaian" untuk mengelola arsip Jalur Gaza pada fase pasca konflik. Di tengah pengumuman yang dipimpin oleh Presiden AS Donald Trump, nama Yakir Gabay, miliarder Israel-Siprus, muncul sebagai anggota kunci "Dewan Eksekutif Gaza."
Hubungan antara Yakir Gabay dan Jared Kushner adalah aliansi
strategis antara miliarder real estat Israel dan utusan presiden, disatukan
oleh visi bersama untuk membangun kembali Gaza melalui investasi sektor swasta.
Kemitraan mereka berakar pada satu dekade saling menghormati dan berbagi
kepentingan bisnis di pasar real estat global.
Kushner dan Gabay telah mempertahankan hubungan pribadi dan
bisnis yang erat selama lebih dari satu dekade, sejak sebelum pemilihan Trump
tahun 2016. Gabay berkenalan dengan Kushner dan Tony Blair melalui investasi
real estatnya yang ekstensif di Eropa, Inggris, dan AS (khususnya di New York
dan Miami). Selama dua tahun terakhir, Gabay dan Kushner telah mengadakan
banyak diskusi pribadi dan makan malam di Tel Aviv untuk bertukar pikiran
tentang rekonstruksi Gaza. Gabay bahkan menyiapkan rencana terperinci yang dia
bagikan dengan Kushner beberapa bulan sebelum Dewan Perdamaian resmi dibentuk.
Melalui Kushner Gabay diperkenalkan dengan Donald Trump,
bersosialisasi dengannya di acara Dewan Israel-Amerika (IAC) sebelum pemilihan
presiden 2024. Hubungan mereka meluas ke keluarga mereka; misalnya, Tony Blair
menjadi tamu kehormatan di bar mitzvah putra Gabay, yang mencerminkan sifat
erat dari lingkaran elit ini.
Penunjukan Gabay tidak hanya menambah pengusaha sukses ke
dalam komite politik; itu mencerminkan perubahan mendasar dalam doktrin politik
Amerika menuju privatisasi operasi perdamaian dan pengelolaan krisis
internasional dengan logika kesepakatan real estat besar dan pembiayaan
kapitalis.
Yakir Gabay lahir di Yerusalem pada tahun 1966 dan
dibesarkan dalam keluarga elit institusional Israel: ayahnya, Meir Gabay,
adalah seorang tokoh hukum internasional terkemuka, menjabat sebagai Direktur
Jenderal Kementerian Kehakiman Israel, bertindak sebagai Komisaris Layanan
Sipil, dan terpilih sebagai Presiden Pengadilan Administratif Perserikatan
Bangsa-Bangsa.
Hal ini memberi Yakir pemahaman awal tentang mekanisme hukum
birokratis dan internasional. Ibunya, Yemima Gabay, adalah seorang jaksa
penuntut umum terkemuka dan mengepalai Departemen Pengampunan di Kementerian
Kehakiman, memperkuat citra keluarga sebagai bagian integral dari struktur
administrasi dan hukum negara bagian. Gabay melanjutkan pendidikan tinggi di
Universitas Ibrani Yerusalem, memperoleh gelar sarjana di bidang Ekonomi dan
Akuntansi, diikuti dengan gelar MBA yang berspesialisasi dalam keuangan dan
pengembangan bisnis.
Latar belakang akademis yang ketat ini membuka jalan bagi
awal karirnya di Otoritas Sekuritas Israel, khususnya di departemen prospektus,
di mana ia memperoleh pengetahuan terperinci tentang regulasi pasar keuangan
dan penataan perusahaan. Dia pindah dari pekerjaan pengaturan di Otoritas
Sekuritas ke sektor swasta, naik ke posisi manajemen senior di pasar modal
Israel.
Pada pertengahan 1990-an, ia menjadi CEO layanan coverage
and investment banking di Bank Leumi, salah satu lembaga keuangan terbesar di
Israel, yang memungkinkannya membangun jaringan hubungan yang luas dengan
investor dan institusi papan atas.Ekspansi Global Pada tahun 2000, titik balik
besar terjadi dalam karir Gabay ketika ia menjadi Ketua Gmul Investments, yang
mengelola investasi dana pensiun besar-besaran di real estat dan sekuritas,
dengan aset yang dikelola pada saat itu mencapai sekitar $30 miliar.
Selama periode itu, Gabay menengahi akuisisi perusahaan oleh
saudara Jules dan Eddie Trump (investor asal Afrika Selatan, tidak ada
hubungannya dengan Donald Trump). Sebagai pengakuan atas perannya, mereka
memberinya 13% saham perusahaan, membentuk modal inti yang kemudian dia gunakan
untuk ekspansi internasional. Pada tahun 2004, Gabay memindahkan basis
investasinya ke Eropa, khususnya Berlin, memanfaatkan kemerosotan real estat
pasca-reunifikasi dan peluang untuk membangun kembali bangunan tempat tinggal dan
komersial dengan harga murah.
Dia mendirikan dua perusahaan besar: Grand City Properties
dan Aroundtown SA; yang pertama berfokus pada real estat residensial dan
terdaftar di Bursa Efek Frankfurt pada tahun 2012 dengan nilai pasar awal
sebesar €150 juta, berkembang menjadi salah satu yang terbesar di sektornya
dengan aset melebihi €10 miliar dan portofolio lebih dari 60.000 apartemen.
Yang kedua berfokus pada real estat komersial, yang menjadi
permata mahkota investasinya, terdaftar pada tahun 2015, dan mengalami
pertumbuhan pesat yang mengarah pada penggabungannya dengan TLG Immobilien pada
tahun 2020, menciptakan entitas real estat dengan aset melebihi € Gabay
terdaftar di antara tokoh terkaya di Israel dan Siprus.
Menurut Forbes dan sumber keuangan untuk 2025-2026, kekayaan
bersihnya diperkirakan sekitar $4,1 miliar. Meskipun demikian, kerajaannya
menghadapi tantangan dari perubahan makroekonomi, termasuk kenaikan suku bunga
dan perubahan pola kerja kantor pasca pandemi. Pada bulan April 2025, S&P
Global menurunkan peringkat kredit Aroundtown menjadi "BBB" dengan
prospek yang stabil, karena total utang sekitar $ 14,5 miliar. Namun demikian,
perusahaan menunjukkan ketangguhan melalui pengelolaan utang aktif, membayar kembali
$ 1,3 miliar pada awal tahun 2025 dan mempertahankan cadangan kas melebihi $ 3
miliar.
Kemampuan manuver keuangan dalam lingkungan ekonomi yang
kompleks ini menarik perhatian pemerintahan Trump, yang mencari tokoh-tokoh
yang mampu mengelola pembiayaan skala besar untuk proyek-proyek rekonstruksi di
daerah-daerah berisiko tinggi seperti Gaza. Penunjukan Gabay adalah hasil dari
hubungan kerja yang mendalam dan kemitraan dengan lingkaran dalam Trump. Dia
berulang kali terlihat di Tel Aviv bersama Jared Kushner dan berpartisipasi
dalam acara Dewan Israel-Amerika (IAC) sebelum pemilu 2024.
Laporan menunjukkan bahwa dia berkontribusi dalam menyusun
rencana rekonstruksi ekonomi, mengajukan proposal terperinci tentang bagaimana
mengubah Jalur Gaza menjadi pusat investasi berdasarkan model perumahan dan
pembiayaan modern. Gabay dipandang sebagai "perwakilan tidak resmi"
dari kepentingan ekonomi Israel dan internasional yang bersedia mengambil
risiko investasi di Gaza. Visinya bertumpu pada gagasan bahwa perdamaian
berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui perbaikan radikal dalam kondisi
material penduduk, di mana keuntungan dari stabilitas lebih besar daripada
biaya untuk kembali ke konflik.
Di luar real estat, Gabay memegang portofolio investasi yang
beragam yang memperkuat statusnya sebagai pengusaha strategis. Dia berinvestasi
di ratusan perusahaan rintisan teknologi melalui kantor keluarganya, dan dia
memimpin proyek besar untuk membangun pembangkit listrik 900 megawatt di
Yunani, dengan biaya ratusan juta euro.
Keragaman ini mencerminkan kemampuannya untuk berpikir dalam
hal infrastruktur yang komprehensif (energi, teknologi, perumahan), persis
seperti yang dibutuhkan oleh proyek "Gaza Baru" Kushner. Di Amerika
Serikat, ia bermitra dengan miliarder Yitzhak Tshuva di Star, sebuah perusahaan
yang memiliki 14.000 apartemen di Miami sebelum menjualnya pada tahun 2021 ke
Morgan Properties dan Olayan America dalam kesepakatan senilai sekitar $1,85
miliar. Urusannya dengan keluarga investasi besar Arab (seperti keluarga Olayan)
semakin meningkatkan kapasitasnya untuk bertindak sebagai jembatan antara
berbagai sumber modal di " Dewan Perdamaian.”
Di dalam Dewan Perdamaian Donald Trump (Dewan Perdamaian
Gaza), Gabay dan Kushner adalah tokoh sentral dalam badan eksekutif yang
bertugas menangani administrasi dan rekonstruksi Gaza pasca perang. Keduanya
bertugas di Dewan Eksekutif Gaza (GEB), sebuah komite operasional tingkat
tinggi yang diumumkan pada Januari 2026.
Jared Kushner bertindak sebagai arsitek utama Rencana Induk
Gaza (visi "Gaza Baru"), dengan fokus pada infrastruktur skala besar
dan diplomasi regional. Yakir Gabay diundang secara pribadi oleh Kushner untuk
bergabung dengan dewan, Gabay adalah spesialis real estat utama yang bertugas
mengembangkan solusi perumahan dan model investasi untuk mengatasi krisis
pengungsian Gaza. Kedua pria tersebut mengadvokasi pelucutan senjata penuh
Hamas sebagai prasyarat yang tidak dapat dinegosiasikan untuk melepaskan dana
rekonstruksi. Kushner telah menyoroti bahwa Gabay bertugas di dewan secara pro
bono, didorong oleh komitmen pribadi terhadap stabilisasi regional.
Sigrid Kaag
Sigrid Kaag lahir pada tanggal 2 November 1961 di Rijswijk, Belanda. Dia dibesarkan di Zeist sebagai putri bungsu Frans Kaag (1924-2007), seorang pianis klasik, guru musik, dan organis yang berasal dari Wervershoof, dan Agnes Robben, seorang guru sekolah dasar dari Arnhem yang belajar bahasa Jerman. Keluarganya mempertahankan rumah tangga kelas menengah, dengan ayahnya mengungkapkan kekagumannya pada partai D66 progresif sejak didirikan. Kaag dibesarkan di lingkungan Katolik, karena ayahnya pernah belajar di sekolah musik Katolik dan melayani sebagai organis di gereja-gereja.
Hubungan antara Sigrid Kaag dan Jared Kushner adalah
kemitraan strategis yang menjembatani kerangka kemanusiaan Perserikatan
Bangsa-Bangsa dengan model diplomatik "business-first" pemerintahan
Trump. Hubungan di luar Dewan Perdamaian keduanya dapat dijelaskan. Hubungan
mereka di luar dewan dicirikan oleh "aliansi pragmatis" antara
seorang diplomat karir dan utusan presiden yang tidak konvensional.
Sebelum bergabung dengan dewan, Kaag (sebagai utusan PBB)
sering berinteraksi dengan Kushner dan Witkoff selama tur diplomatik mereka
pada awal 2025 untuk membahas implementasi rencana perdamaian Trump. Meskipun
bekerja dalam kerangka kerja yang dipimpin Trump, Kaag tetap menjadi pendukung
vokal kenegaraan Palestina sebagai hak daripada hadiah, memberikan penyeimbang
diplomatik tradisional terhadap pendekatan transaksional yang sering disukai
Kushner.
Keduanya adalah bagian dari lingkaran kecil "pemecah
masalah" global yang bertugas menyelesaikan konflik yang sulit
diselesaikan. Sementara Kushner mengelola diplomasi pribadi untuk Presiden,
Kaag membawa bobot kelembagaan PBB dan pengalaman masa lalunya sebagai Menteri
Keuangan dan Wakil Perdana Menteri Belanda.
Kaag awalnya belajar bahasa Arab di Universitas Utrecht
sebelum pindah ke Universitas Amerika di Kairo, di mana dia memperoleh gelar
Bachelor of Arts dalam Studi Timur Tengah pada tahun 1985. Dia kemudian
melanjutkan studi pascasarjana di Inggris Raya, memperoleh gelar Master of
Philosophy in International Relations dari St Antony's College di Universitas
Oxford pada tahun 1987. Ini diikuti oleh Master of Arts dalam Studi Timur
Tengah dari University of Exeter pada tahun 1988. Fokus akademisnya di Timur
Tengah dan hubungan internasional melengkapinya dengan kemahiran multibahasa,
termasuk bahasa Arab, yang mendukung upaya profesional selanjutnya dalam
diplomasi dan urusan kemanusiaan.
Setelah menyelesaikan studinya, Kaag memasuki bidang
profesional pada tahun 1988 dengan posisi di Shell International Petroleum
Company di London, menjabat hingga tahun 1990 dan mendapatkan paparan operasi
dan analisis internasional. Peran korporat awal ini mendahului perpindahannya
ke pekerjaan sektor publik di Seksi Urusan Politik PBB Kementerian Luar Negeri
Belanda mulai tahun 1990, menandai dimulainya pelatihan diplomatiknya.
Orientasi kebijakan luar negeri Sigrid Kaag menekankan diplomasi multilateral,
kepatuhan terhadap hukum internasional, dan prioritas pertimbangan kemanusiaan
dalam resolusi konflik, yang mencerminkan pengalamannya yang luas dalam peran
PBB dan posisi menteri Belanda.
Sebagai anggota partai Demokrat 66 (D66), dia telah
mengadvokasi integrasi Uni Eropa yang kuat dan penggunaan instrumen geoekonomi
untuk memajukan kepentingan bersama, termasuk rezim sanksi terhadap
negara-negara agresor. Dalam menyikapi invasi Rusia ke Ukraina tahun 2022, Kaag
telah mempertahankan sikap tegas dalam mendukung kedaulatan dan pertahanan diri
Ukraina, konsisten dengan prinsip-prinsip Piagam PBB, sambil mendukung sanksi
komprehensif terhadap Rusia dan mempercepat bantuan keuangan dan militer ke
Kyiv sebagai investasi strategis di Eropa. stabilitas.
Selama masa jabatannya sebagai Wakil Perdana Menteri dan
Menteri Keuangan Belanda, dia berpendapat bahwa tidak ada dikotomi yang salah
antara tekanan ekonomi dalam negeri dan komitmen bantuan luar negeri, mendesak
Belanda untuk mempercepat bantuan senilai $ 3,5 miliar ke Ukraina di tengah
meningkatnya permusuhan. Posisi Kaag dalam konflik Israel-Palestina
menggarisbawahi komitmen terhadap solusi dua negara, membingkai kenegaraan
Palestina sebagai hak yang melekat daripada penghargaan bersyarat, dan menyerukan
diakhirinya pendudukan Israel berdasarkan kesepakatan sebelumnya dan resolusi
PBB.
Dia telah berulang kali mendesak gencatan senjata segera,
pembebasan sandera tanpa syarat yang ditahan oleh Hamas setelah serangan 7
Oktober 2023, dan akses kemanusiaan yang tidak terbatas ke Gaza, sambil
mengkritik perluasan pemukiman di Tepi Barat sebagai pencaplokan de facto yang
merusak prospek perdamaian. Dalam pengarahan PBB, dia telah menyoroti perlunya
menyatukan Gaza dan Tepi Barat di bawah Otoritas Palestina yang direformasi
untuk menangani penentuan nasib sendiri Palestina dan kebutuhan keamanan Israel,
menolak pemindahan paksa dan mengadvokasi konferensi internasional untuk
menghidupkan kembali negosiasi.
Pendekatannya mengintegrasikan kerja sama pembangunan dengan
kebijakan keamanan, sebagaimana dibuktikan oleh perannya sebelumnya sebagai
Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerja Sama Pembangunan Belanda, di mana dia
mempromosikan bantuan yang terkait dengan reformasi tata kelola di
negara-negara yang rapuh. Kaag mendukung peningkatan otonomi strategis UE tanpa
mengurangi hubungan transatlantik, sejalan dengan konsensus pro-NATO D66 dalam
politik Belanda, meskipun pernyataan publiknya memprioritaskan soft power dan
diplomasi preventif daripada intervensi militer sepihak.
Dalam Dewan Perdamaian (Dewan Perdamaian Gaza) yang
didirikan oleh Donald Trump pada Januari 2026, Kaag dan Kushner menjabat
sebagai pemimpin senior dalam struktur eksekutif berjenjang. Sementara Kushner
adalah anggota pusat Dewan Eksekutif Pendiri (bertanggung jawab atas strategi
dan pendanaan tingkat tinggi), Kaag adalah salah satu dari 11 anggota yang
ditunjuk untuk Dewan Eksekutif Gaza (GEB).
Kushner berfokus pada visi "Gaza Baru", yang
menekankan investasi sektor swasta dan pengembangan real estat skala besar.
Kaag sebagai Humanitarian/Diplomat memanfaatkan pengalamannya sebagai
Koordinator Kemanusiaan dan Rekonstruksi Senior PBB untuk Gaza untuk memandu
upaya dewan dalam menstabilkan wilayah dan mendukung pemerintahan Palestina
yang teknokratis. Di dalam GEB, mereka bekerja sama dengan tokoh-tokoh seperti
Tony Blair dan Steve Witkoff untuk mengawasi transisi dari gencatan senjata ke
demiliterisasi dan rekonstruksi.
Jared Kushner
Telah dibahas sebelumnya, di aneka posisi orang ini selalu ada.
Nickolay Mladenov
Nickolay Mladenov menjabat sebagai Direktur Jenderal Akademi Diplomatik Anwar Gargash (AGDA), sejak Februari 2022. Sebagai kepala fakultas internasional Akademi, dia bekerja untuk memastikan standar pendidikan diplomatik tertinggi, dalam membina generasi diplomat Emirat berikutnya.
Hubungan antara Nickolay Mladenov dan Jared Kushner adalah
aliansi diplomatik tingkat tinggi yang menjembatani mediasi internasional
formal dengan strategi perdamaian berorientasi bisnis yang tidak konvensional
dari pemerintahan Trump. Di luar Dewan Perdamaian, hubungan keduanya bisa
digambarkan seperti ini. Hubungan mereka
berakar pada kerja bersama selama bertahun-tahun dalam kebijakan Timur Tengah
dan membangun kepercayaan selama pemerintahan Trump pertama.
Mladenov mengembangkan hubungan kerja yang erat dengan
Kushner selama menjabat sebagai Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian
Timur Tengah (2015-2020). Mladenov adalah pejabat PBB tingkat tinggi yang
langka yang secara terbuka mendukung Kesepakatan Abraham, yang terkenal
direkayasa Kushner. Keselarasan ideologis bersama tentang normalisasi regional
ini membuatnya menjadi kandidat alami untuk inisiatif perdamaian jangka kedua
Trump.
Keduanya memiliki hubungan dengan Institut Washington untuk
Kebijakan Timur Dekat, di mana Mladenov telah menjabat sebagai Segal
Distinguished Visiting Fellow sejak 2021, sebuah lembaga think tank yang
dikenal karena kedekatannya dengan lingkaran kebijakan Kushner. Di luar peran
resmi, mereka berbagi hubungan mendalam dalam jaringan politik Teluk. Mladenov
saat ini menjabat sebagai direktur jenderal Akademi Diplomatik Anwar Gargash di
Abu Dhabi, mencerminkan peran penting UEA dalam mendukung tujuan dewan.
Dengan karir selama lebih dari 20 tahun di politik Timur
Tengah dan Eropa, Mladenov menjabat sebagai Koordinator Khusus Sekretaris
Jenderal PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah dan Utusan untuk Kuartet
Timur Tengah antara tahun 2015 dan 2020. Pada 2013, Mladenov diangkat sebagai
Perwakilan Khusus PBB untuk Irak dan Kepala Misi Bantuan PBB untuk Irak (UNAMI)
oleh Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon. Mladenov menjabat sebagai Menteri
Luar Negeri Bulgaria dari 2010 hingga 2013 dan sebagai Menteri Pertahanan
Bulgaria dari 2009 hingga 2010.
Mladenov juga menjadi Anggota Parlemen Eropa dari tahun 2007
hingga 2009, dan juga memimpin Misi Pengamatan Pemilu Uni Eropa untuk pemilihan
parlemen dan presiden di Ghana pada tahun 2008. Mladenov adalah Anggota
Parlemen Bulgaria untuk Varna (2001-2005). Pada Februari 2021, Mladenov
dianugerahi Grand Star of the Order of Jerusalem oleh Presiden Mahmoud Abbas.
Mladenov menempuh pendidikan di King's College London, di mana dia memperoleh
gelar MA dalam Studi Perang dan sebelumnya dia lulus dari Universitas Ekonomi
Nasional dan Dunia di Sofia, di mana dia mengambil jurusan Hubungan
Internasional.
Hubungan di dalam Dewan Perdamaian dapat digambarkan seperti
ini. Mulai Maret 2026, Mladenov dan Kushner bertugas di badan eksekutif tingkat
atas dewan dengan peran yang berbeda namun saling melengkapi. Keduanya adalah
anggota Dewan Eksekutif Pendiri, badan inti yang bertanggung jawab atas
strategi tingkat tinggi dan pendanaan untuk rekonstruksi Gaza.
Jared Kushner bertindak sebagai arsitek utama visi
"Gaza Baru", dengan fokus pada infrastruktur skala besar dan
investasi sektor swasta. Nickolay Mladenov menjabat sebagai Perwakilan Tinggi
untuk Gaza dan Direktur Jenderal dewan. Dia adalah penghubung dewan di lapangan
di Gaza, bertugas mengawasi komite teknokratis Palestina (NCAG) dan
mengoordinasikan pelucutan senjata kelompok militan. Mladenov ditunjuk untuk
perannya setelah veto Arab terhadap Tony Blair untuk posisi tersebut.
Reputasinya sebagai "petugas pemadam kebakaran" yang netral
memberikan legitimasi diplomatik yang diperlukan untuk mengimplementasikan
"rencana 20 poin" Kushner.
General Hassan Rashad
Hubungan mereka di luar dewan dicirikan oleh peran lama Mesir sebagai mediator penting di Timur Tengah dan kebangkitan pribadi Rashad sebagai lawan bicara utama untuk perbatasan AS Mesir baik Israel maupun Gaza, menjadikan agensi Rashad, GIS, sebagai mitra dasar untuk inisiatif diplomatik Kushner.
Sebelum dewan resmi diresmikan, Rashad sudah memimpin
pertemuan di Kairo dengan komite Palestina untuk mempersiapkan" fase kedua
" dari rencana perdamaian yang diajukan oleh Trump dan Kushner. Peran
Rashad melibatkan pengelolaan gencatan senjata dan negosiasi pertukaran
tahanan, memberikan landasan "keamanan keras" di mana visi diplomatik
Kushner yang berfokus pada ekonomi dan real estat dibangun.
Mayor Jenderal Hassan Mahmoud Rashad (lahir 1967) adalah
seorang perwira intelijen militer Mesir yang menjabat sebagai Direktur Badan
Intelijen Umum (GIS), badan intelijen sipil utama Mesir, sejak penunjukannya
oleh Presiden Abdel Fattah el-Sisi pada 16 Oktober 2024. Rashad, penduduk asli
Kairo dan putra seorang mayor jenderal angkatan darat dari desa Swalem di
Kegubernuran Damietta, lulus dari Perguruan Tinggi Teknik Militer pada tahun
1990 sebagai letnan satu dan naik pangkat dalam peran intelijen militer.Sebelum
menjadi direkturnya, dia menjabat sebagai wakil kepala GIS sebelumnya, Mayor
Jenderal Abbas Kamel, mengelola file operasional utama di tengah tantangan
keamanan regional Mesir yang terus berkembang.
Rashad mempertahankan profil publik yang sangat rendah,
dengan detail biografi terbatas yang tersedia di luar jalur profesionalnya, dan
telah terlibat dalam diplomasi pasca penunjukan, termasuk pertemuan dengan
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membahas hubungan bilateral dan
masalah terkait Gaza, serta kunjungan ke Libanon dan konsultasi dengan pejabat
Palestina. Pemilihannya mencerminkan transisi kepemimpinan di sebuah lembaga
yang sangat penting bagi kebijakan luar negeri Mesir, upaya kontraterorisme,
dan mediasi dalam konflik Timur Tengah, meskipun pencapaian spesifik sebelumnya
masih jarang didokumentasikan dalam sumber terbuka.
Badan Intelijen Umum (GIS), di bawah kepemimpinan Hassan
Rashad sejak Oktober 2024, mengawasi operasi pengawasan domestik yang dituduh
oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia memungkinkan pemantauan
sewenang-wenang dan penindasan terhadap perbedaan pendapat.
Laporan Freedom House tahun 2024 tentang kebebasan internet
di Mesir merinci bagaimana GI mengelola grup moderasi konten online, seperti
komite "Editor", yang berkoordinasi dengan platform untuk menyensor
kritik terhadap pemerintah, berkontribusi pada pembatasan kebebasan
berekspresi. Praktik-praktik ini tetap ada di tengah pola kelembagaan represi
politik yang lebih luas, meskipun tidak ada klaim terverifikasi yang secara
langsung melibatkan Rashad dalam keputusan operasional yang mengarah pada
pelanggaran, mengingat masa jabatannya yang singkat.
Departemen Riset Teknis GIS telah menggunakan spyware
canggih, termasuk alat dari Tim Peretasan dan FinFisher, untuk mencegat
komunikasi dan menargetkan aktivis, seperti yang didokumentasikan dalam
penyelidikan Privacy International 2016; kemampuan seperti itu menimbulkan
kekhawatiran atas pelanggaran privasi tanpa perlindungan hukum yang memadai,
sebuah kritik yang digaungkan dalam analisis aparat keamanan Mesir di bawah
Presiden al-Sisi.
Selain itu, kantor pusat badan tersebut telah ditetapkan
sebagai "wilayah hukum penahanan" setidaknya sejak tahun 2022,
memfasilitasi penahanan tanpa komunikasi yang dikritik oleh pengamat karena
memfasilitasi risiko penyiksaan dan menolak akses tahanan ke penasihat.Profil
publik Rashad yang rendah sebagai petugas GIS karir-sebelumnya wakil direktur -
telah membatasi atribusi pelecehan khusus kepadanya secara pribadi, dengan
laporan yang tersedia berfokus pada masalah sistemik dalam layanan daripada
tindakan kepemimpinan individu setelah penunjukan.
Human Rights Watch dan organisasi serupa telah lama
menyoroti peran badan intelijen Mesir dalam penghilangan paksa dan tindakan di
luar hukum, tetapi dokumentasi baru-baru ini menghubungkannya terutama dengan
kerangka keamanan yang lebih luas daripada masa jabatan Rashad. Kesinambungan
kelembagaan ini menggarisbawahi kesenjangan akuntabilitas yang sedang
berlangsung, di mana kepala lembaga memikul tanggung jawab pengawasan di tengah
pola pelanggaran hak yang terdokumentasi.
Hubungan antara Mayor Jenderal Hassan Rashad dan Jared
Kushner merupakan kemitraan strategis dalam kerangka pasca-perang pemerintahan
Trump untuk Gaza. Mulai Maret 2026, mereka menjabat sebagai pemimpin tingkat
tinggi di Dewan Perdamaian (Dewan Perdamaian Gaza), di mana mereka
mengoordinasikan upaya keamanan, tata kelola, dan rekonstruksi regional.
Di dalam Dewan Perdamaian, yang didirikan pada Januari 2026,
Rashad dan Kushner beroperasi sebagai bagian dari struktur eksekutif berjenjang
yang dirancang untuk mentransisikan Gaza dari konflik ke pemerintahan yang
stabil. Keduanya adalah anggota Dewan Eksekutif Gaza (GEB), yang berfokus pada
stabilisasi dan administrasi Gaza di lapangan.
Jared Kushner bertindak sebagai anggota dewan eksekutif
pendiri dan "arsitek utama" dari rencana perdamaian, Kushner
menangani strategi tingkat tinggi, mobilisasi sumber daya internasional, dan
visi "mengutamakan bisnis"untuk" Gaza Baru". Rashad
bertindak sebagai Direktur Badan Intelijen Umum Mesir (GIS), Rashad mewakili
kepentingan Mesir dan memberikan pengawasan keamanan dan intelijen kritis yang
diperlukan untuk stabilitas regional. Rashad bertanggung jawab untuk membantu
dalam portofolio yang terkait dengan pembentukan pemerintahan dan pembangunan
kembali institusi sipil. Dia bekerja langsung dengan pimpinan Dewan, termasuk
Kushner dan utusan khusus Steve Witkoff, untuk mengimplementasikan fase kedua
dari Rencana Komprehensif Trump.
Marc Rowan
Sudah dibahas sebelumnya. Orang ini selalu ada di sejumlah posisi dalam dewan.
Susie Wiles
Steve Witkoff
Sudah dibahas sebelumnya.
Perwakilan Tertinggi Gaza
Perwakilan tertinggi Gaza di dalam dewan ini bukan berasal
dari elemen Palestina, melainkan diposisikan oleh Nickolay Mladenov (sudah
dibahas sebelumnya).
Nickolay Mladenov
.webp)












.webp)

.webp)

.webp)

https://orcid.org/0000-0002-1420-4288
0 Komentar