Ad Code

Konsep Residu dan Derivasi Vilfredo Pareto dalam Politik Indonesia Pasca 1998

Tulisan ini mengupas konsep “Residu” dan “Derivasi” dari Vilfredo Pareto—sebuah kerangka teoretis yang menawarkan cara unik untuk memahami bagaimana kekuasaan beredar di dalam masyarakat. Secara khusus, esai ini menggunakan lensa Pareto untuk menelaah dinamika politik Indonesia sejak Reformasi 1998 hingga era Presiden Prabowo Subianto saat ini.

Berdasarkan telaah atas karya-karya para peneliti politik Indonesia dari Australia, Amerika Serikat, Eropa, dan Dunia Muslim, tulisan ini berargumen bahwa alih-alih mengalami sirkulasi elit yang sehat, Indonesia justru menyaksikan reproduksi dan adaptasi oligarki warisan Orde Baru yang kian mengakar, sebuah fenomena yang dapat dibaca sebagai “degenerasi elit” dalam terminologi Pareto.

Analisis politik Indonesia pasca-1998 lewat konsep Residu-Derivasi Vilfredo Pareto: degenerasi elit dan oligarki abadi.

Paradoks Negeri yang (Katanya) Sudah Berubah

Lebih dari seperempat abad berlalu sejak gelombang Reformasi 1998 meruntuhkan rezim Orde Baru Soeharto yang telah berkuasa selama 32 tahun. Euforia demokratisasi yang meletup kala itu melahirkan harapan besar: kekuasaan tidak lagi bertumpuk di tangan segelintir elite, melainkan akan tersebar secara lebih adil melalui mekanisme elektoral yang kompetitif dan partisipasi publik yang lebih luas.

Jika Anda tertarik untuk membaca artikel lengkapnya, silakan kunjungi Research Gate.

Konsep Residu dan Derivasi Vilfredo Pareto dalam Politik Indonesia Pasca 1998
April 2026
DOI: 10.13140/RG.2.2.13478.48966
Conference: Teori-Teori Politik

Posting Komentar

0 Komentar