Ad Code

Perbandingan Praktik Patron-Klien Presiden Joko Widodo (Periode II) dan Presiden Prabowo Subianto: Analisis Teori James C. Scott

Teori patron-klien, sebagaimana dirumuskan oleh James C. Scott (1972), menyediakan kerangka analitis untuk memahami hubungan politik yang bersifat personal, asimetris, dan resiprokal di luar logika kelas atau ideologi. Artikel ini membandingkan manifestasi patron-klien di bawah dua kepemimpinan berbeda di Indonesia: periode kedua Presiden Joko Widodo (2019–2024) dan periode awal Presiden Prabowo Subianto (2024–2025).

 

Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur dan analisis kasus empiris, artikel ini menunjukkan bahwa meskipun kedua presiden menggunakan mekanisme Patron-Klien, bentuk, intensitas, dan aktor utamanya berbeda. Di bawah Jokowi, patron-klien bersifat teknokratis dan terinstitusionalisasi, dengan fokus pada distribusi proyek infrastruktur dan loyalitas birokrat. 



Di bawah Prabowo, patron-klien bersifat personal, militeris, dan partai-sentris, dengan fokus pada distribusi jabatan, loyalitas personal, dan mobilisasi melalui tokoh agama. Temuan menunjukkan bahwa teori Scott tetap relevan, karena mampu menjelaskan dinamika politik yang tidak dapat dijelaskan oleh teori kelas atau rasionalitas pasar. Artikel ini berkontribusi pada pemahaman bahwa Patron-Klien adalah struktur politik universal yang beradaptasi dengan konteks kepemimpinan dan institusi — bukan fenomena statis, tapi dinamis dan kontekstual.

Jika Anda tertarik, maka silakan membaca artikel lengkapnya di Research Gate.

Posting Komentar

0 Komentar