Dari perspektif non-Barat, terutama pemikir Muslim seperti Samir Amin dan para analis dari Global South, esai ini menyoroti bagaimana BRICS dipandang sebagai instrumen emansipasi pascakolonial sekaligus ruang bagi artikulasi nilai-nilai spiritual dan moral Islam. Melalui analisis institusi keuangan alternatif seperti New Development Bank (NDB) dan Contingent Reserve Arrangement (CRA), esai ini berargumen bahwa meskipun BRICS telah menciptakan arsitektur keuangan paralel, efektivitasnya sebagai blok geopolitik yang kohesif dilemahkan oleh ketimpangan kekuasaan internal, terutama dominasi Tiongkok dan Rusia, serta perbedaan kepentingan strategis antar anggotanya.
Esai ini menyimpulkan bahwa masa depan BRICS akan ditentukan oleh kemampuannya untuk mengelola keragaman internal yang mendalam sambil mempertahankan relevansinya sebagai katalis bagi tatanan dunia yang lebih multipolar.
Artikel lengkap dapat Anda baca di ResearchGate.
https://orcid.org/0000-0002-1420-4288
0 Komentar
Silakan tulis komentar Anda.