Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur dan analisis kasus empiris, artikel ini menunjukkan bahwa meskipun kedua presiden menggunakan mekanisme Patron-Klien, bentuk, intensitas, dan aktor utamanya berbeda. Di bawah Jokowi, patron-klien bersifat teknokratis dan terinstitusionalisasi, dengan fokus pada distribusi proyek infrastruktur dan loyalitas birokrat. Di bawah Prabowo, patron-klien bersifat personal, militeris, dan partai-sentris, dengan fokus pada distribusi jabatan, loyalitas personal, dan mobilisasi melalui tokoh agama.
Temuan menunjukkan bahwa teori Scott tetap relevan, karena mampu menjelaskan dinamika politik yang tidak dapat dijelaskan oleh teori kelas atau rasionalitas pasar. Artikel ini berkontribusi pada pemahaman bahwa Patron-Klien adalah struktur politik universal yang beradaptasi dengan konteks kepemimpinan dan institusi — bukan fenomena statis, tapi dinamis dan kontekstual.
Artikel Lengkap di Sini:
Perbandingan Perbandingan Praktik Patron-Klien Presiden Joko Widodo (Periode II) dan Presiden Prabowo Subianto: Analisis Teori James C. Scott
April 2026
DOI: 10.13140/RG.2.2.20269.65763
https://orcid.org/0000-0002-1420-4288
0 Komentar
Silakan tulis komentar Anda.