Grounded Theory berjanji untuk mengembangkan teori yang secara minimal cocok dengan situasi yang tengah muncul secara aktual dalam proses penelitian.[2] Responsivitas dari penelitian Grounded Theory tidak melulu berasal dari peneliti melainkan juga subyek studinya.
![]() |
| https://www.crowdwriter.com/blog/grounded-theory-research |
Sifat dari kerangka analisis adalah sementara dan kemungkinan besar (dan biasanya pasti) berubah manakala peneliti sudah bersentuhan dengan lapangan. Teori yang terbangun didasarkan atas kategorisasi yang dibangun peneliti, dan didasarkan atas similaritas data hasil penelitian. Sebab itu, peneliti Grounded Theory harus punya sensitivitas teoretis, karena apabila tidak demikian, maka tidak akan ada bangunan teoretis baru dari penelitian yang ia lakukan. Bangunan teoretis ini pun tidak lepas dari penguasaan peneliti atas aneka teori. Namun, peneliti harus menghindari penggunaan teori yang ‘kacamata kuda’. Ia harus terbuka atas aneka teori.
Temuan yang diperoleh berdasarkan Grounded Theory cendrung berupa kombinasi antara aneka konsep dan hipotesis yang muncul dari data, dengan mana ia (data) dianggap bermanfaat. [3] Sebab itu, Grounded Theory ibarat David (yang induktif) melawan raksasa Goliath (yang deduktif).
Langkah-langkah Grounded Theory
Menurut Egan, sejumlah langkah dari Grounded Theory adalah: [4]
Kedua, masalah data selection. Kegiatan ini meliputi aplikasi dan identifikasi sumber data potensial yang berhubungan dengan pertanyaan penelitian. Tanpa adanya keputusan berkenaan pengumpulan data awal, pengumpulan lanjutan tidak akan bisa direncanakan dalam memunculkan teori. Grounded Theory menekankan bahwa piihan atas data sifatnya fleksibel dan merupakan proses dialektis.
Ketiga, initiation and data collection. [7] Pengumpulan data sangat penting, yaitu data yang dihasilkan dari aneka varietas sumber yang sekaligu merupakan cara mengekspose aneka variasi dan cara guna membangun kerangka konseptual. Kendati wawancara adalah data mainstream dalam Grounded Theory, tetapi dokumen dan observasi juga bisa digunakan.
Keempat, data analysis. [8] Analisis data dalam Grounded Theory melibatkan komparasi yang sifatnya konstan dalam hal penghasilan dan penganalisisan data. Metode ini meliputi kegiatan seperti pengkarakteristikkan penghasilan dan pengintegrasian aneka kategori dan propertinya, sebagaimana pembatasan dan penulisan teori yang muncul. Pengumpulan dan analisis data terus berlangsung hingga tahap keempat Grounded Theory ini. Dinamika fenomena yang diinvestigasi membuat setiap analisis data adalah momen unik.
Kelima, concluding the research. [9] Grounded Theory disimpulkan manakala peneliti telah mengobservasi titik jenuh data dan suatu teori yang mencukupi telah muncul dari para data. Data jenuh adalah bukti manakala pengumpulan data tidak lagi berkontribusi pada elaborasi atas fenomena yang tengah diinvestigasi.
Contoh Grounded Theory
Egan memberikan contoh penelitian yang menggunakan Grounded Theory. [10] Contohnya di seputaran masalah Human Resources Department (HRD). Kajian Grounded Theory dalam masalah HRD utamanya dalam melakukan eksaminasi atas individu yang berhadapan dengan perubahan organisasi, ekspolorasi nilai-nilai kepemimpinan demi kualitas dalam konteks pabrik, konflik intra firma dalam penyusunan strategi bisnis dalam seting perusahaan, persepsi pasien atas kualitas perawatan, dan dampak konflik dan kohesi dalam pembelajaran dan kinerja organisasi.
Perubahan organisasi merupaan suatu pertimbangan utama di banyak sektor kehidupan di Amerika Serikat. Pemahaman atas atas reaksi individu atas dan bagaimana mereka memanage perubahan dalam konteks organisassi secara logis penting bagi HRD. Menggunakan penelitian Grounded Theory dalam mengeksplorasi bagaimana individu mengidentifikasi, mengevaluasi, dan merespon perubahan organisasi. Aneka kategori yang muncul dari pengumpulan data menyingkap eksistensi dari periode, yaitu:
T. Marshall Egan, “Grounded Theory Research and Theory Building” dalam Advances in Developing Human Resources Vol. 4, No. 3 August 2022, (London and New York: Sage Publication, 2002) pp. 277-295
[1] T. Marshall Egan, “Grounded Theory Research and Theory Building” dalam Advances in Developing Human Resources Vol. 4, No. 3 August 2022, (London and New York: Sage Publication, 2002) p. 277.
[2] ibid., p. 278
[3] ibid. 279.
[4] ibid., p. 280.
[5] ibid., p. 281.
[6] ibid., p. 282.
[7] ibid., p. 283.
[8] ibid, p. 284.
[9] ibid., p. 286.


https://orcid.org/0000-0002-1420-4288
0 Komentar
Silakan tulis komentar Anda.